Penyelenggaraan Pemilu Serentak di Indonesia Dikaji Ulang

Arsip. Warga mencelupkan jari ke tinta usai pemilu - Foto Ant

JAKARTA – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak harus dievaluasi. Pada pelaksanaannya di 2019, banyak menimbulkan persoalan.

“Mungkin nanti ada perubahan mendasar terkait kepemiluan kita terutama soal serentak harus dievaluasi,” Ketua Komisi II DPR, Ahmad Tandjung, Minggu (8/12/2019).

Menurutnya, Komisi II DPR sepakat untuk merevisi UU Kepemiluan, yaitu UU No.7/2017, tentang Pemilu dan UU Nomor 10/2016, tentang Pilkada. Pemilu 2019 yang dilakukan secara serentak, mulai memilih presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten dan Kota.

Sementara pada Pemilu 2024, pemilihan tidak hanya dilakukan untuk Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. Namun juga untuk gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Nanti kita lihat perkembangannya, karena target kami selesai pada awal 2021,” ujar dia.

Dinilainya, masyarakat dan penyelenggara Pemilu akan mengalami kesulitan, kalau dalam waktu satu tahun yang sama dilakukan pemilu serentak, yang terdiri dari Pilpres, Pileg, dan Pilkada di ratusan daerah. Ia tidak menginginkan penyelenggaraan Pemilu 2024 banyak menimbulkan korban meninggal dunia seperti yang terjadi dalam Pemilu 2019, yang pelaksanaannya dilakukan serentak antara Pileg dan Pilpres. “Saat Pileg dan Pilpres dilakukan serentak, banyak menimbulkan korban meninggal dunia, apalagi kalau semuanya dilakukan sekaligus (Pileg, Pilpres, dan Pilkada),” tandasnya.

Namun perlu untuk dikaji desain kepemiluan di 2024. Karena diperlukan alasan akademik dan empirik, yang harus dikemukakan dan dimasukan dalam proses kajian. Dan saat ini, Komisi II DPR disebutnya, membuka diskusi dan wacana yang berkembang dalam mengusulkan desain Pemilu 2024. Sehingga diharapkan pembahasannya dapat berlangsung secara mendalam.

Ada beberapa usulan yang mengemuka terkait desain Pemilu 2024, seperti Pemilu serentak tingkat nasional untuk memilih presiden-wakil presiden, DPR, dan DPD, sementara untuk Pemilu serentak daerah untuk menentukan kepala daerah tingkat provinsi atau kabupaten atau kota, dan DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten dan Kota.

Usulan pemisahan dengan pendekatan serentak khusus nasional yaitu Pilpres, DPR, DPD, dan serentak daerah yaitu DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota dan kepala daerah. Dari sisi institusi yang dipilih, maka Pemilu serentak terbagi dua, yaitu Pemilu Legislatif (DPR, DPRD, DPD) dan Pemilu Eksekutif (paket presiden dan paket kepala daerah). (Ant)

Lihat juga...