Penyuluh Pertanian Perlu Beradaptasi dengan Perubahan Teknologi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat berharap kepada para penyuluh pertanian perlu untuk beradaptasi. Hal ini dikarenakan, penyuluh pertanian berperan dalam produksi pertanian.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan penyuluh pertanian mempunyai fungsi strategis dalam memajukan sektor pertanian. Apalagi untuk potensi pasar pertanian masih sangat menjanjikan di Kota Padang, karena hasil pertanian tidak hanya dikonsumsi oleh warga Kota Padang sendiri, tetapi juga disuplai untuk kota-kota terdekat.

Ia menyebutkan Pemko Padang akan berupaya agar profesi penyuluh pertanian menjadi pilihan ke depannya, karena profesi ini tidak cukup dijalankan dengan hanya membaca buku, tetapi juga harus praktik di lapangan. Sehingga ke depannya bisa menemukan solusi dari berbagai persoalan yang menghambat kemajuan pertanian.

“Sekarang saya lihat banyak teknologi yang dilibatkan dalam pertanian, nah kepada para penyuluh pertanian perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi tersebut,” katanya, Selasa (31/12/2019).

Mahyeldi menyebutkan bahwa di era kemajuan teknologi, para penyuluh pertanian juga dihadapkan pada tantangan untuk mengoptimalkan pertanian di perkotaan yang padat teknologi. Penyuluh pertanian menjadi tempat berdiskusi untuk mengembangkan konsep-konsep baru guna meningkatkan hasil pertanian, mengembangkan lahan terbatas namun dapat memiliki produktivitas tinggi.

“Ada banyak cara untuk melakukan penyuluhan kepada pertanian semacam itu. Seperti halnya memanfaatkan teknologi untuk membuat media penyuluhan berupa video-video pembelajaran pertanian yang dapat diimplementasikan oleh para petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan di Padang, cukup beragam produksi pertaniannya, mulai dari padi, bengkuang, pepaya, manggis, dan banyak hal lainnya.

Untuk padi, di Padang daerah yang memiliki hamparan sawah yang luas itu berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, sementara jenis pertaniann lainnya menyebar ke sejumlah kecamatan.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Perhimpinan Penyuluh Pertanian Sumatera Barat, Salman Elfarizi, mengatakan, di era 4.0 penyuluh pertanian juga mengemban tugas untuk mendiseminasikan informasi dan penerapan teknologi di sektor pertanian kepada para petani.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, para penyuluh pertanian harus beradaptasi dengan perubahan dimana teknologi saat ini juga memainkan peran pentingnya, tentunya besar harapan kita agar kemajuan teknologi dapat menjadikan penyuluhan pertanian menjadi efektif dan efisien,” ujar Salman.

“Namun, secanggih apapun teknologi, belum tentu masyarakat bisa menerima dan menerapkannya. Sebab itu, penyuluh pertanian diharapkan pula mampu mendiseminasikan kemajuan teknologi ini kepada para petani,” imbuhnya.

Untuk itu, kinerja dan profesionalisme penyuluh pertanian perlu melakukan peningkatkan kreativitas dalam penerapan dan pengembangan penyuluhan pertanian. Perlu juga meningkatkan koordinasi antarpenyuluh, petani dan pemangku kepentingan lainnya.

Lihat juga...