Perbaikan ‘Toll Gate’, Pelabuhan Bakauheni Layani Bayar Tunai

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sistem pembayaran kendaraan yang melintas di pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) kembali gunakan uang tunai. Sebelumnya menggunakan sistem nontunai (cashless).

Syaifullail Maslul,Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni saat ditemui Cendana News, Rabu (11/12/2019). -Foto: Henk Widi

Syaifullail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut adanya perbaikan pemasangan sensor pada sejumlah pintu gerbang (gate) pembayaran tiket,  dilakukan untuk peningkatan pelayanan. Dan, sistem pembayaran tunai akan berlangsung hingga proses perbaikan selesai dilakukan.

Perbaikan sistem hanya dilakukan selama sehari, sejak Rabu pagi (11/12/2019) dan akan selesai dikerjakan pada Rabu malam. Perbaikan ini untuk memperlancar angkutan Nataru. Selama perbaikan tersebut sejumlah pengurus kendaraan ekspedisi membeli tiket dengan uang tunai.

“Perbaikan sistem pada sensor pembacaan dimensi kendaraan untuk penentuan golongan agar pelayanan berjalan dengan normal jelang angkutan Natal dan Tahun Baru,” terang Syaifullail Maslul saat dikonfirmasi Cendana News di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (11/12/2019).

Pemberitahuan perbaikan sistem pada toll gate menurutnya dipastikan tidak mengganggu pelayanan. Sejumlah pengendara yang sudah memiliki uang elektronik disebutnya sementara bisa membeli tiket dengan uang tunai. Petugas koperasi pelabuhan telah dikerahkan untuk penyediaan uang kembalian. Semua kendaraan dari golongan I hingga golongan IX tanpa kecuali membayar dengan uang tunai.

Sebanyak 9 loket pembelian tiket kendaraan selama perbaikan dilakukan dengan sistem cluster. Sistem cluster diberlakukan pada kendaraan pribadi, truk, bus agar menghindari antrean. Sebab selama pemberlakuan pembayaran tunai potensi kemacetan terjadi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Sukma, salah satu pengurus jasa penyeberangan menunggu kendaraan eksepedisi yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni,Lampung Selatan, Rabu (11/12/2019). -Foto: Henk Widi

Sukma, salah satu pengurus kendaraan menyebut pembayaran tunai justru memudahkan pengurus. Sebab selama ini pembayaran tiket kendaraan dengan uang nontunai diberlakukan sejak Agustus 2018. Sistem pembayaran tunai menurutnya membuat pengurus harus menyiapkan uang ekstra. Sebab perusahaan ekspedisi kerap menyediakan uang elektronik.

“Pemberitahuan kepada pengguna jasa ekspedisi telah dilakukan sehingga uang cadangan telah disiapkan,” beber Sukma.

Memasuki pekan kedua Desember, Sukma menyebut angkutan kendaraan barang yang diurusnya meningkat. Kendaraan pengangkut barang kebutuhan pokok disebutnya semakin meningkat jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Barang yang dikirim dari pulau Sumatera ke pulau Jawa menurutnya berupa kelapa,pisang dan sejumlah kebutuhan pokok.

Selain penerapan pembayaran sistem tunai, sejumlah pengurus jasa ekspedisi menurutnya kembali melintas di jalan lintas Sumatera. Sebelumnya usai menyeberang dari pelabuhan Merak ke Bakauheni, kendaraan ekspedisi melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Sejak diberlakukan portal untuk kendaraan over dimension over load (ODOL) di gerbang tol Bakauheni Selatan kendaraan keluar ke Jalan Lintas.

Pelarangan kendaraan ODOL yang mulai diberlakukan menurutnya membuat kendaraan tidak bisa melintas di jalan tol usai keluar Pelabuhan Bakauheni. Pada pintu masuk terpasang imbauan tol Sumatera melalui gerbang tol Bakauheni Selatan hanya dipergunakan untuk kendaraan golongan satu. Melintas melalui Jalinsum diakuinya membuat waktu tempuh perjalanan lebih lama dibanding melalui jalan tol.

Lihat juga...