Pergantian Tahun, Pelajar di Padang Ikuti Kemah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pada momen pergantian tahun 2019/2020 mendatang Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menyelenggarakan kemah akhir tahun untuk seluruh pelajar yang ada di seluruh wilayah setempat.

Berbagai kegiatan diselenggarakan pada kemah akhir tahun itu, dengan tujuan menghindari para pelajar dari eforia perayaan pergantian tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius, mengatakan, kegiatan perkemahan untuk para pelajar itu  dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Lemdadika Padang Besi dan di sejumlah sekolah di Kota Padang.

Di Lemdadika Padang Besi nantinya akan diawasi oleh Kwarcab Pramuka Kota Padang. Sementara di sekolah akan dipantau dan diawasi tim dari Pemko Padang yang terdiri dari pejabat eselon II dan III. Serta juga dari Forkopimca di masing-masing kecamatan.

“Perkemahan akhir tahun yang akan dilaksanakan ini dalam rangka mengisi malam pergantian tahun baru yakni tanggal 31 Desember 2019 – 1 Januari 2020. Kegiatan ini juga bakal diawasi oleh tim dari Pemko Padang, mengingat acaranya juga berlangsung malam harinya,” katanya, Kamis (19/12/2019).

Ia menjelaskan untuk melaksanakan kemah akhir tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Padang juga telah menyurati setiap sekolah, agar mengikuti kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan nantinya itu, dimulai dengan kegiatan kepramukaan pada siang harinya, dan di malam harinya akan ada kegiatan tausiah dari ustaz kepada para pelajar.

Dalam melaksanakan kegiatan kemah akhir tahun itu, Dinas Pendidikan Kota Padang juga memberikan dana sebesar Rp250 ribu per sekolah mulai dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sedangkan untuk sekolah menengah atas bukan kewenangan Kota Padang, melainkan kewenangan Pemprov Sumatera Barat.

Artinya dalam kegiatan ini tidak ada pungutan uang apa pun dari pihak sekolah ke para pelajar SD dan SMP tersebut.

“Kegiatan ini diwajibkan kepada seluruh pelajar kita. Jika ada alasan orangtua yang mungkin khawatir terhadap kegiatan kemah akhir tahun ini, pihak sekolah bakal mengizinkan bagi orang tua yang ingin mendampingi anaknya di kemah pada hari pergantian tahun itu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang, Tamrizal, mengatakan, kegiatan tersebut juga sebagai ajang untuk seleksi peserta jambore nasional 2020 dan reimuna pada 2021 mendatang.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengurangi kegiatan-kegiatan negatif yang dilakukan oleh para generasi muda pada saat malam pergantian tahun.

“Kita menyambut baik adanya kemah akhir tahun ini, karena biasanya anak-anak ini malah begadang sekedar melihat kembang api. Nah sekarang dengan adanya kemah akhir tahun ini, akan banyak manfaat bagi pendidikan di luar jam belajar yang bakal didapatkan oleh para pejalar itu,” sebutnya.

Tamrizal berharap, nantinya para pelajar yang ikut kemah akhir tahun ini tidak hanya sekedar menjadi peserta yang mengikuti kebijakan wajib ikut kemah saja, tapi bagaimana para pelajar menilai kemah akhir tahun adalah bagian dari pendidikan, dan proses pendidikan sosial, karena berbaur bersama pelajar lainnya dari siang hingga malam harinya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, yang juga sebagai Ketua Kwartir Daerah 03 Pramuka Sumatera Barat, Nasrul Abit, menilai, kemah akhir tahun merupakan keigatan pembinaan karakter bagi para pelajar.

Hal ini dikarenakan, ada suasana kebersamaan dan berbaur dengan banyak teman seumuran mereka. Di Pramuka, yang juga berperan dalam pendidikan membangun karakter para pelajar, tentunya berharap besar dari kegiatan kemah akhir tahun tersebut.

“Saya lihat bagus ada kemah akhir tahun ini. Tidak apa-apa kemah di sekolah, karena secara tidak langsung memberikan pembinaan karakter kepada pelajar. Biasanya tidur enak di rumah sendiri, sekarang di kemah menemukan berbagai teman, dan itu adalah hal yang sangat baik dilakukan,” tegasnya.

Nasrul berharap, kegiatan kemah akhir tahun yang dilakukan Pemko Padang itu, dapat menginspirasi daerah lainnya, karena tidak hanya bicara pendidikan di luar sekolah, tapi dengan adanya kemah itu, turut menghindari anak-anak melaksanakan perayaan pergantian tahun.

“Tapi saya minta juga agar ada pengawasan, karena pesertanya terbilang anak-anak seperti dari SD, kalau SMP mungkin sudah bisalah untuk tidur di kemah. Pengawasan itu seperti memantau anak-anak jangan keluar dari kawasan kemah dan tetap dalam jangkuan pandangan, sehingga dampak baik diharapkan bisa terwujud,” pintanya.

Lihat juga...