Perolehan Pajak Kota Kediri 2019 Lampaui Target

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan, perolehan pajak dari Kota Kediri berhasil melampaui target pada 2019, yakni mencapai 107,99 persen atau Rp109,7 miliar, dari target yang hanya Rp101,65 miliar.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengajak seluruh elemen yang ada di Kota Kediri untuk berkolaborasi dan bekerja sama menumbuhkan perekonomian Kota Kediri. Untuk itu, sistem yang baik harus dibangun.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus diurus bersama. Suatu saat, saya minta kepada bapak/ibu untuk membuat festival boleh sendiri, boleh dengan pemerintah, supaya orang-orang masuk ke sini dan spend money di sini. Kami sudah bangun tempat-tempat yang indah dan acara-acara yang keren, sehingga orang ke Kediri harus homey dan cozy. Intinya harus jaga keasyikan di Kota Kediri. Kalau tidak, mereka tidak mau datang ke Kediri,” katanya, di Kediri, Selasa (24/12/2019).

Mas Abu, sapaan akrabnya, juga menjelaskan pembayaran pajak daerah sudah dibuat transparan, yaitu dengan menyetor sendiri pajak bersangkutan langsung ke bank. Begitu pula terkait pelaporan pajak daerah yang makin dipermudah dengan adanya e-SPTPD. Di manapun dan kapan pun bisa melaporkan omzet usaha tanpa perlu datang ke kantor.

“Cukup melalui aplikasi saja, tidak perlu datang ke kantor. Sistem pembayarannya juga sudah mudah melalui bank,” kata dia.

Abu juga bangga, target pajak telah mencapai realisasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua wajib pajak telah taat dalam membayar pajak, sehingga pendapatan pajak Kota Kediri meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya juga mohon kepada bapak/ibu mengupayakan semaksimal mungkin untuk mendahulukan pekerjanya dari Kota Kediri, agar bersama-sama menekan pengangguran di Kota Kediri. Kasihan juga kalau orang-orang di sekitar tempat usaha bapak/ibu hanya gigit jari melihat pertumbuhan ekonomi. Tanggung jawab sosial juga sangat besar di sini,” kata dia.

Perolehan pajak daerah Kota Kediri pada 2019 mencapai 107,99 persen, yaitu Rp109,7 miliar. Padahal, targetnya hanya Rp101,65 miliar. Dengan itu, terdapat kelebihan perolehan pajak sekitar Rp8 miliar.

Pajak tersebut didapatkan dari pajak hotel dengan realisasi Rp4,507 miliar melebihi target Rp4,22 miliar atau sebesar 107 persen. Pajak restoran dari target Rp19,05 miliar terealisasi sebesar Rp23,12 miliar atau 122 persen.

Sementara PBB dari target Rp26 miliar realisasinya Rp26,787 miliar atau sudah mencapai target 101 persen. Pajak restoran bila dibanding tahun lalu sebesar Rp13 miliar, hingga pertengahan Desember 2019 sebesar Rp23,12 miliar, sehingga mengalami peningkatan 170 persen.

Pemkot Kediri juga telah memberikan Penghargaan Pajak Daerah 2019 yang langsung diberikan oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, di Insumo Kediri Convention Center (IKCC). Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Pemerintah Kota Kediri kepada wajib pajak. Pemkot Kediri juga telah meresmikan e-SPTPD, yakni aplikasi pelaporan pajak secara daring. (Ant)

Lihat juga...