Pianis Indonesia Kagumi Visi Budaya Ibu Tien Soeharto

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pianis Indonesia, Marusya Nainggolan, mengaku kagum dengan sosok Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah, Ibu Tien Soeharto. Menurutnya, Ibu Tien Soeharto adalah seorang perempuan yang mempunyai visi dan pemikiran jauh ke depan dalam upaya pemersatu bangsa, melalui pengembangan dan pelestarian khazanah budaya.

“Saya pikir Beliau (Ibu Tien Soeharto) seorang perempuan yang punya visi dan pemikiran yang jauh, yang mungkin orang nggak ngerti. Jadi, satu visi membangun TMII ini,” kata Marusya kepada Cendana News, saat ditemui usai acara Parade Lagu Daerah ke-36 di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, belum lama ini.

Dia mengaku kerap berkunjung ke TMII dengan mengajak anaknya berkeliling di area miniatur Indonesia. Melihat ragam budaya yang disajikan di ajungan daerah dan ke wahana permainan yang sarat edukasi.

“Dulu, saya suka ngajak anak ke Theater Imax Keong Emas TMII. Saat ada teman dari luar negeri juga saya ajak ke wahana edukasi ini,” ujarnya.

Tak hanya menikmati keindahan ragam budaya, Marusya juga kerap menjadi juri pergelaran tingkat nasional yang rutin digelar TMII, setiap tahunnya. Seperti Parade Lagu Daerah ke-36 dan parade lainnya.

Menurutnya, Parade Lagu Daerah ini salah satu program TMII, yang mewakili budaya nasional. Selain itu juga Parade Busana Daerah, Parade Musik Daerah dan kuliner. Semua program tersebut disajikan sangat luar biasa.

Namun, menurutnya, untuk mengimbangi perkembangan budaya dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, tentunya sangat diperlukan ragam kreasi dan inovasi yang tetap memegang teguh nilai-nilai tradisi.

“Saya pikir mengimbangi perkembangan di luar, ya kita juga harus jalan terus. Tapi, tetap dengan kualitas dan karakteristik budaya masing-masing. Itu penting dan inovasi terus dikembangkan, tapi tidak melupakan akar budaya kita,” tukas Marusya.

Dia juga mengaku sering pentas kesenian di TMII, seperti konser Kartini Milineal dengan mahasiswa perguruan Institute Kesenian Jakarta (IKJ), Cikini, Jakarta Selatan.

Sebagai seorang pelaku seni, Marusya merasa bersyukur TMII tetap eksis menyuguhkan ragam program budaya tradisi warisan nenek moyang.

“Jadi, kita juga harus bersyukur kalau TMII masih ada sampai sekarang. Karena Indonesia, ya TMII, yang punya cinta kasih demi budaya,”  ucap Marusya, yang juga sebagai komponis musik.

Dalam pengembangan dan pelestarian budaya bangsa, menurutnya, TMII hadir dengan program-program kesenian yang inovatif.

Dia berharap, berbagai elemen harus mendukung program budaya yang digagas TMII. Karena dukungan dan kerja sama, baik itu dari pemerintah daerah (pemda), sekolah, dunia pendidikan, dan sosial budaya, sangat penting.

“Kita harus sama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas program budaya TMII. Kalau nggak, sayang, kan kita harus dukung. Karena di mana lagi ada Indonesia, ya TMII,” tukas perempuan kelahiran Bogor, 65 tahun ini.

Selain itu, tambah dia, manajemen TMII juga harus meningkatkan kualitas infrasktur yang dapat membuat pengunjung nyaman.  Juga menjaga kebersihan area TMII.

Dia juga mengingatkan pengunjung untuk berpartisipasi menjaga kebersihan area TMII, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Jadi satu, sekarang harus tetap jaga kualitas infrastuktur dari dalam internal TMII. Sedangkan menjaga kebersihan, masyarakat atau pengunjung juga harus berpartisipasi,” pungkasnya.

Lihat juga...