Polisi Larang Konvoi Kendaraan di Malam Tahun Baru

KUPANG – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melarang adanya konvoi atau pawai dalam rangka menyambut Tahun Baru 2020 di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.

“Mulai siang ini kita lakukan strategi preventif, dengan cara mulai lakukan patroli keliling dan khusus Kota Kupang, kita minta agar tidak ada konvoi atau kebut-kebutan kendaraan bermotor untuk menyambut Tahun Baru ini,” kata Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johni Asadoma, kepada wartawan di Kupang, Selasa (31/12/2019).

Hal ini dikatakannya terkait kesiapan personel Polda NTT dalam mengamankan pesta menyambut Tahun Baru 2020, yang khusus di Kota Kupang akan digelar pesta kembang api.

Komandan berbintang satu itu mengatakan, bahwa akan ada 776 personel Polda NTT yang akan membantuu Polres Kupang Kota dalam pengamanan menyambut Tahun Baru 2020.

Pihaknya akan terus berpatroli dan jika menemukan ada yang kebut-kebutan di jalanan dengan kendaraan bermotor, sudah pasti akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

Polisi juga melarang memasang knalpot racing di kendaraan dan lari ugal-ugalan di tengah Kota Kupang, sebab ditakutkan akan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami harapkan masyarakat merayakan malam Tahun Baru dengan tenang dan nyaman. Kegiatan berupa konvoi dan arak-arakan dihentikan,” ujar dia.

Karena itu, ia mengimbau agar kegiatan menyambut pergantian tahun hendaknya dilakukan di lingkungan sekitar saja, seperti di desa atau kelurahan saja dengan cara dibuatkan panggung rakyat.

Polisi sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda untuk berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban di NTT khususnya di Kota Kupang.

Sementara itu Dirlantas Polda NTT, Kombes Pol Iroth Laurens Recky, mengatakan sesuai UU penggunaan knalpot racing memang dilarang dipasang di kendaraan yang bukan spesifikasinya.

“Karena memang terkadang penggunaan knalpot racing mengganggu keamanan dan dan kenyamanan orang lain. Karena itu, kita sudah pasti melarangnya. Jika ada yang melanggarnya, akan kami tindak,” tambah dia. (Ant)

Lihat juga...