Polres Lamsel Musnahkan Ribuan Minuman Beralkohol

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Hadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, Polres Lampung Selatan (Lamsel) memusnahkan ribuan botol minuman beralkohol hasil dari Operasi Cempaka yang dilaksananak sejak akhir November lalu.

Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo, S.IK menyebutkan, pelaksanaan Operasi Cempaka sejak akhir November hingga awal Desemberjuga mengungkap sejumlah kasus. Sasaran operasi di antaranya premanisme, kejahatan jalanan, prostitusi, debt collector yang menggunakan jasa preman dan kejahatan lainnya dengan total 26 kasus.

Ia merincikan 10 kasus perjudian, 9 kasus premanisme, 4 kasus curanmor, curas dan curat. Polres Lamsel mengamankan sebanyak 42 tersangka dan barang bukti minuman keras berbagai merk sebanyak 1.215 botol.

“Operasi Cempaka dilakukan menciptakan rasa aman di masyarakat jelang Nataru sehingga tidak ada tindak kejahatan yang ditimbulkan dampak minuman beralkohol,” terang AKBP Edi Purnomo,S.IK usai pemusnahan ribuan botol minol di lapangan Korpri, Pemkab Lamsel, Kamis (19/12/2019).

Selain minol yang diamankan dalam operasi Cempaka Polres Lamsel juga berhasil mengamankan narkotika dan obat obatan berbahaya (Narkoba). Di antaranya 137 kilogram sabu sabu, 128.000 butir ekstasi, 2.500 erimin, 138 kilogram ganja, 2,5 kilogram opium.

“Barang bukti narkoba tersebut telah dimusnahkan bersama Polda Lampung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (18/12),” terangnya.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo saat melakukan pengecekan personil dalam operasi Lilin Krakatau 2019 jelang Nataru, Kamis (19/12/2019). Foto: Henk Widi

Usai Operasi Cempaka, Polres Lamsel disebutnya menggelar operasi Lilin Krakatau 2019. Pelaksaanaan Operasi Lilin dilakukan Polres Lamsel sejak 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Fokus pengamanan polres Lamsel di antaranya sebanyak 100 gereja, objek wisata, pelabuhan, bandara dan jalan tol. Sebanyak 400 personil Polres disiagakan di sebanyak 23 pos pengamanan.

“Wilayah hukum Polres Lamsel berada di ujung Sumatera dan dekat dengan fasilitas bandara dan pelabuhan sehingga pengamanan akan lebih ditingkatkan,” beber AKBP Edi Purnomo.

Beroperasinya Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni-Terbanggi Besar hingga Palembang juga menjadi perhatian. Sebanyak 7 pos di exit tol JTTS disebutnya akan ditempatkan personil polisi, dinas kesehatan, pramuka pemadam kebakaran, senkom dan instansi terkait.

Strategi pengamanan akan dilakukan dengan tindakan preemtif, preventif serta deteksi dini dan aksi.

Sejumlah personil disebutnya akan melakukan sterilisasi di tempat ibadah gereja saat perayaan Natal. Pada setiap gereja sebanyak 5 personel polisi akan ditempatkan agar menjamin kenyamanan dan kekhusukan ibadah umat Kristiani. Saat malam tahun baru dan tahun baru sejumlah objek wisata akan ditempatkan personel terutama jalur rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Lihat juga...