Polresta Denpasar Tangkap Buruh Bangunan Pengedar Ganja

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR –  Satuan reserse narkoba Polresta Denpasar menangkap seorang pria asal Banyuwangi karena kedapatan memiliki, menyimpan, dan mengedarkan narkoba jenis ganja di wilayah Bali.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, mengatakan, tersangka bernama Erfin yang kesehariannya bekerja sebagai buruh ini ditangkap di Jalan Plawa, Gang Melati, Seminyak, Kuta, Badung pada 4 Desember 2019 lalu.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, saat menggelar jumpa pers di Mako Polresta, Senin (9/12/2019).-Foto: Sultan Anshori.

Dikatakan, pria ini terbukti menyimpan narkoba jenis ganja sebanyak 7.595 gram.

Menurutnya, penangkapan pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Plawa, Seminyak, Kuta, Badung di tempat tersebut sering dijadikan transaksi narkotika.

Selanjutnya selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan di tempat tersebut, kemudian pada hari Rabu, 4 Desember 2019, pukul 19.00 Wita petugas melihat tersangka.

Tanpa berpikir panjang, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka.

“Pada saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan barang bukti di dalam jok sepeda motor 1 kantong plastik hitam berisi 4 plastik klip daun, biji dan batang ganja,” ujarnya saat menggelar press release di Polresta Denpasar, Senin (9/12/2019).

Ditambahkan, usai melakukan penangkapan di jalan, selanjutnya petugas mengajak pelaku di Jalan Plawa, Gang Beji, Seminyak, Kuta, Badung.

Di sana, anggota menemukan satu kaleng fanta di dalamnya berisi satu plastik klip daun biji dan batang ganja. Tidak berhenti di situ saja kemudian petugas melakukan penggeledahan di kamar kos–kosan tersangka petugas menemukan barang bukti berupa 4 buntalan kertas koran dibalut lakban coklat berisi daun, biji dan batang kering ganja.

Lalu kembali ditemukan satu potongan kain sprei dibalut lakban bening di dalamnya berisi 1 buntalan kertas koran dibalut lakban coklat berisi daun, biji dan batang ganja. Kemudian ada 8 kantong plastik hitam di dalamnya berisi daun, biji dan batang ganja, ada empat plastik klip berisi daun, biji dan batang ganja di laci lemari kos-kosan tersangka.

Disebutkan, modus awalnya dia menyimpan narkoba dalam joknya. Menurut keterangan tersangka barang tersebut adalah miliknya yang disuruh oleh seorang laki-laki yang biasa dipanggil Soop. Namun tersangka tidak mengetahui keberadaan pria yang bernama Soop ini.

“Tersangka berperan sebagai kurir mendapat upah sekali tempelan sebesar Rp50 ribu. Tersangka juga menerangkan alasan mau menjadi kurir karena faktor ekonomi. Dan tersangka ini baru menjadi kurir narkoba sejak November 2019 dan baru mengedarkan 10 kali,” kata polisi keturunan Madura ini.

Disampaikan, dengan adanya tangkapan ini Resnarkoba Polresta Denpasar dengan di-back up oleh Satgas CTOC Polda Bali berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak 10.000 jiwa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini tersangka harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Polresta Denpasar.

“Pasal yang dikenakan terhadap pelaku asal 111 (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan pidana denda 800 juta s/d 8 miliar ditambah sepertiga),” tandasnya.

Lihat juga...