Potensi Wisata Puncak Cartenz di Papua Belum Dikelola

JAYAPURA – Asosiasi Pendaki dan Pemandu Gunung Papua atau Papua Mountaineering Association (PMA), mendorong pemerintah daerah menjadikan Puncak Cartenz sebagai salah satu destinasi wisata yang harus dikembangkan, khususnya menjelang penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX pada 2020, di Bumi Cenderawasih.

Maximus Tipagau, selaku Ketua Asosiasi Pendaki dan Pemandu Gunung Papua, mengatakan pihaknya ingin membuka peluang dari segi pariwisata dan kebudayaan, sehingga ekonomi kreatif masyarakat lokal setempat dapat bertumbuh.

“Saya melihat, pada 2020 dan seterusnya peluangnya sangat besar sekali untuk pariwisata dan sektor budaya di pesisir pantai,” katanya, Sabtu (7/12/2019).

Menurut Maximus, sayangnya hingga kini gunung Cartenz wilayahnya masih terisolasi, juga pembangunan di sekitarnya belum berjalan normal dan susah dijangkau transportasi, khususnya di lokasi pendakian belum ada homestay atau rumah singgah.

“Permasalahan lain di puncak Cartenz adalah masalah keamanan yang paling utama, selain itu biaya transportasi, akses akomodasi yang hingga kini belum ada kepastian, termasuk soal regulasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tidak adanya akses yang memadai membuat salah satu dari tujuh gunung (seven summits) tertinggi di dunia yang ada di tujuh benua ini enggan dikunjungi oleh para turis lokal maupun mancanegara.

“Hal ini diduga disebabkan belum ada komitmen dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten terkait dengan potensi pariwisata dari puncak Cartenz tersebut, sehingga dibutuhkan dukungan dalam bentuk memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, seperti pelatihan menjadi pemandu wisata (guide), pelayan jasa (porter), serta nilai-nilai pariwisata, semuanya itu akan menjadi bekal ketika turis utama untuk melayani para tamu (turis),” katanya.

Pihaknya berharap dalam pelaksanaan PON 2020, pemerintah bisa serius melihat peluang yang bisa dikembangkan, jangan hanya melihat dari sisi olah raganya, tapi perlu melihat ekonomi berkelanjutan dari dampak pelaksanaan event olah raga nasional tersebut, pasalnya lapisan es di Puncak Cartenz tidak lagi abadi, di mana salju di pucuk pegunungan tertinggi Jayawijaya tersebut terus menyusut dari tahun ke tahun. (Ant)

Lihat juga...