Protes Pembangunan Jembatan, Warga Patikraja Datangi DPRD Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Ratusan warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Senin (30/12/2019) mendatangi kantor DPRD Banyumas. Mereka mengadukan pembangunan jembatan di Pasar Patikraja yang menutup akses jalan desa menuju rumah mereka.

Perwakilan warga Desa Patikraja, Waluyo, mengatakan, ada warga dua RW atau sebanyak 1.500 lebih warga yang jalan menuju rumahnya tertutup akibat bangunan tersebut.

Waluyo mengaku  sejak proses pembangunan sudah melakukan protes bersama warga. Namun, karena tidak juga mendapatkan jalan keluar, akhirnya mereka mengadu ke DPRD.

Perwakilan warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, yang mengadukan penutupan akses jalan ke rumah mereka, Senin (30/12/2019) diterima oleh Ketua DPRD Banyumas, dr. Budhi Setiawan di ruang kerjanya. Foto: Hermiana E. Effendi

“Bangunan tersebut menutup akses jalan menuju rumah 1.500 warga, sehingga mereka harus memutar dan melalui jalan lain. Kita protes karena jalan tersebut adalah jalan desa dan pembangunan jembatan tersebut juga tidak pernah disosialisasikan kepada warga sekitar sejak awal,” kata Waluyo yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Banyumas, dr. Budhi Setiawan.

Lebih lanjut Waluyo menjelaskan, bangunan tersebut dibangun dengan dana bantuan dari Pemprov Jateng. Namun, pengajuan bantuan sebenarnya adalah untuk revitalisasi pasar, bukan untuk pembangunan jembatan yang menutup akses jalan.

“Kita sudah pernah menyampaikan protes dan terakhir pada akhir bulan Agustus kemarin dilakukan mediasi dengan dihadiri bagian hukum, perizinan dan lainnya dari Pemkab Banyumas, tetapi tidak tercapai kesepakatan,” terangnya.

Menurutnya, selama ini warga dua RW tersebut sudah cukup bertoleransi, dengan memperbolehkan jalan tersebut dipergunakan untuk berjualan pedagang pada pagi hari. Namun setelah itu, pada siang hari kembali difungsikan sebagai jalan.

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua DPRD Banyumas, dr. Budhi Setiawan mengatakan, pihaknya meminta waktu kepada warga untuk menelusuri pembangunan jembatan tersebut.

Mulai dari apakah pembangunan tersebut masuk dalam perencanaan atau tidak, kemudian apakah bangunan sudah diserahkan oleh Pemprov Jateng kepada desa atau belum dan siapa yang bertanggung jawab dan berhak memutuskan terkait bangunan tersebut.

“Bangunan ini berasal dari bantuan Pemprov Jateng yang langsung diberikan kepada desa, sehingga kita akan telusuri dulu status bangunan. Dan besok Jumat (3/1/2020), saya akan ke lokasi untuk melihat langsung posisi bangunan,” kata dr Budhi.

Sementara itu, selama dialog perwakilan warga Desa Patikraja dengan ketua DPRD berlangsung, ratusan warga yang turut datang ke DPRD menunggu di halaman DPRD. Mereka mengaku, rela iuran untuk menyewa truk dan datang ke DPRD, demi mendapatkan akses jalan menuju rumah mereka.

Lihat juga...