Puluhan Warga Sidoarjo Ikuti Pelatihan Membuat Pakan Lele

SIDOARJO – Puluhan warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur belajar membuat pakan ternak ikan lele yang diselenggarakan oleh Minarak Brantas Gas, Inc (MBGI).

Pelatihan yang dilakukan di balai desa ini diikuti puluhan warga, mulai dari perangkat desa, ibu-ibu PKK hingga pemuda anggota karang taruna.

“Mewakili warga mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang diselenggarakan MBGI tersebut,” kata Ketua Karang Taruna Desa Kedungbanteng, Lukman, Selasa.

Menurutnya, pelatihan ini bisa menginspirasi atau mendorong semangat terutama para pemuda-pemudi di Desa Kedungbanteng untuk berwirausaha ternak lele.

“Apalagi tadi dijelaskan peluang ternak lele masih sangat prospek karena permintaan di pasar tinggi,” kata Lukman.

Kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan MBGI, karena sebelumnya sudah diberikan bantuan sejumlah kolam terpal serta ribuan bibit ikan lele kepada warga desa setempat.

“Pada awal beternak lele, MBGI memberikan bantuan pakan untuk catfish tersebut selama sebulan dan memberikan pendampingan dan pembinaan cara beternak lele tersebut,” katanya.

Sementara itu, Bintang Dwi dari Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Jawa Timur yang menjadi pemateri kegiatan itu mengajak jika pelatihan pembuatan pakan lele ini bisa mendorong warga, khususnya peternak lele di Desa Kedungbanteng, untuk lebih mandiri.

“Sebab nantinya mereka tidak perlu lagi membeli pakan lele karena bisa membuat sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, pelatihan ini juga memberikan wawasan dan edukasi kepada peternak, bagaimana bisa membudidayakan lele secara maksimal.

“Sebab peternak dilatih bagaimana membuat pakan yang sesuai kadar proteinnya. Pakan yang sesuai kadar protein ini akan berpengaruh pada kesehatan serta ukuran besar kecil lele saat dipanen,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bintang Dwi juga memaparkan potensi beternak lele di Tanah Air karena tingginya permintaan pasar untuk jenis ikan ini.

“Hal itu terlihat dari semakin banyaknya penjual makanan kaki lima dengan menu ikan lele sambal penyet,” katanya.

Bukan itu saja, kata dia, ikan lele juga bisa dijadikan aneka makanan olahan yang digemari dan banyak dicari masyarakat.

“Di antaranya dijadikan ikan lele asap, nugget, bakso, abon, selai, burger, hingga salad ikan lele,” katanya.

Di sisi lain, Public Relation Manager MBGI, Arief Setyo Widodo berharap, pelatihan ini bisa memberi wawasan warga terutama kaum muda dalam berwirausaha beternak lele. Arief mengapresiasi semangat para pemuda yang ikut pelatihan dan terinspirasi untuk berwirausaha ternak lele.

“Tentu saja harapan ke depan para pemuda ini bisa mandiri secara ekonomi,” kata pria yang akrab disapa Yoyok tersebut. (Ant)

Lihat juga...