PVMBG: Belum Ada Potensi Keluarnya Lava GAK

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau berupa asap dominan dengan sedikit abu, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terpantau dari warna kolom abunya yang putih keabuan dan sesekali kehitaman. 

Namun, Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG, Dr. Ir. Hendra Gunawan, menyebutkan hingga saat ini belum ada potensi keluarnya lava atau material padat lainnya.

“Hingga saat ini erupsinya belum intensif,” kata Hendra, saat dihubungi, Selasa (31/12/2019).

Dari lokasi pengamatan di Pasauran Banten, ia menyebutkan, pada pukul 11.58 WIB kondisi gunung tertutup kabut.

“Dari pengamatan sejak tadi pagi pukul 06.00 hingga 12.00, cuaca cerah dan tidak berawan. Angin bertiup lemah ke arah Timur Laut dengan suhu udara 25.6 –  29.7 derajat Celcius. Kelembaban udara 49-50 persen,” ujarnya.

Menurutnya, karena tertutup kabut, asap dari kawah tidak terlihat jelas. Yang terlihat asap kelabu hingga hitam tebal tinggi lebih kurang 1.000 meter dari puncak kawah.

Sejauh ini letusan yang terpantau sebanyak dua kali dengan amplitudo 41-45 mm. Durasi antara 46-93 detik. “Terekam mikrotremor yang terus menerus dengan amplitudo 1-13 mm,  dengan dominan di 3 mm,” ucapnya, lagi.

Berdasarkan kondisi ini, status Gunung Anak Krakatau masih di level II atau Waspada.

“Kita meminta masyarakat untuk tidak mendekati kawah kurang dari radius 2 km,” jelasnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, S.Si, M.Si., menyatakan terkait gunungapi, bukanlah kompetensinya untuk menanggapi.

“Tapi dari BMKG, sudah mengoperasikan 12 sensor seismik gempa di wilayah Selat Sunda. Sehingga jika ada info gempa terkait erupsi, akan muncul peringatan dini,” katanya, saat dihubungi secara terpisah.

Selain itu, di kawasan tersebut juga beroperasi 4 radar tsunami dan 7 water level. Dan, ada juga 8 tide gauge milik BIG,  2 water level milik KKP dan 1 Buoy milik BPPT.

Lihat juga...