Ratio Guru Besar Unand Duduki Peringkat 6 se-Indonesia

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — Guru Besar Universitas Andalas, Sumatera Barat berdasarkan ratio dosen,  menduduki peringkat keenam dari semua Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Semenjak berdiri hingga sekarang tercatat sudah memiliki Guru Besar sebanyak 231 orang.

Ketua Majelis Guru Besar Universitas Andalas Prof. Fauzan Azima, menyebutkan, Guru Besar yang pertama adalah Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil dari Fakultas Pertanian.

Sedangkan Guru Besar yang aktif sebanyak 146 orang dengan distribusi Fakultas Pertanian 24 orang, Fakultas Kedokteran 12 orang, Fakultas Ekonomi 13 orang, Fakultas Hukum 8 orang, FMIPA 19 orang, Fakultas Peternakan 24 orang, Fakultas Ilmu Budaya 4 orang, FISIP 5 orang, Fakultas Teknik 15 orang, Farmasi 12 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 9 dan FTI 1 orang.

“Kalau kita lihat Fakultas Pertanian dan Peternakan memiliki jumlah Guru Besar terbanyak sedangkan Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan belum memiliki,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Selain itu, Prof. Fauzan Azima menyampaikan selama tahun 2019 ini ia telah mengukuhkan sebanyak 19 orang Guru Besar, termasuk dengan pengukuhan tiga Guru Besar dari Fakultas Peternakan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kemudian untuk 2020 mendatang kemungkinan akan lebih banyak lagi.

Menurutnya, adanya peningkatan yang signifikan ini berkat hasil kebijakan empat tahun lalu khususnya berkaitan dengan penyediaan dana penilitian dan percepatan Guru Besar yang dikeluarkan oleh Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA.

“Semoga dengan kepemimpinan Rektor Universitas Andalas yang baru Prof. Dr. Yuliandri dapat terus meningkatkan dan mengembangkan program yang sudah ada,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Andalas, Prof. Dr. Syafrizal Sy, mengatakan, setiap perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan jumlah Guru Besar sekaligus untuk meningkatkan kualitas dari risetnya.

Tentu sebagai institusi di bawah Ristekdikti Universitas melakukan hal-hal tersebut dalam mewujubkan harapan yang dimaksud. Salah satunya peningkatan jumlah Guru Besar dan peningkatan riset inovasi dari dosen di lingkungan Universitas Andalas.

Dikatakannya, jumlah Guru Besar Universitas Andalas dari tahun ketahun selalu menunjukkan peningkatan. Dikarenakan beberapa hal salah satunya komitmen dosen dan kebijakan pimpinan dalam bentuk regulasi yang dikeluarkan Rektor yaitu memberikan insentif riset Guru Besar dan memberikan dana riset percepatan Guru Besar.

“Jadi dengan adanya para Guru Besar akan meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Andalas, dan berharap berdampak kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di sini,” harapnya.

Ketua Tim Penilai Jabatan Akademik (TPJA) Universitas Andalas, Prof. Yose Rizal, mengatakan, Guru Besar merupakan suatu yang strategis untuk kemajuan bangsa.

“Tentu Universitas Andalas perlu mempersiapkan bagaimana agar jabatan Guru Besar prosesnya lebih cepat dan meraih jabatan Guru Besar dalam waktu yang tidak berlarut-larut,” sebutnya.

Lihat juga...