Ratusan Orang di Bali Gelar Doa Bersama Untuk Palestina

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Ratusan orang di Denpasar, Bali, yang menamakan diri sebagai pejuang Al Quds mengikuti doa bersama untuk negeri Palestina dan Uighur, Rabu (25/12/2019). Kegiatan yang dihadiri oleh Ustadz Haikal atau biasa disebut Babe Haikal ini digelar di salah satu hotel di jalan Tengku Umar, Denpasar.

Salah satu pemateri, Ustadz Asyur, menjelaskan ada tiga alasan kenapa kegiatan ini digelar di Bali. Pertama, karena ikatan akidah antara umat muslim Indonesia, khususnya Bali, dengan warga muslim di Palestina serta Uighur, Cina.

Ke dua adalah ikatan kebangsaan, jika dilihat semangatnya, Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Bahkan, dalam pembukaan UUD 1945 yang menjelelaskan, bahwa penjajahan di atas sunia harus dihapuskan. Maka, atas nama kebangsaan tersebut, pihaknya perduli terhadap konflik yang terjadi di Palestina. Apalagi, Palestina merupakan mitra lama. Palestina merupakan negara muslim pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia.

Ke tiga, lanjut Ustadz Asyur, adalah ikatan kemanusiaan, kepedulian atas hal-hal yang menyangkut prinsip manusia tidak membenarkan terhadap tindakan kekerasan, penyiksaan yang terjadi di negara Palestina dan etnis Uighur Cina serta diskriminasi terhadap warga muslim yang ada di belahan dunia lain.

Ustadz Haikal (Babe Haikal), saat memberikan ceramah dalam kegiatan doa bersama untuk negeri Palestina dan Uighur, di salah satu hotel di Denpasar, Bali Rabu, (25/12/2019). -Foto: Sultan Anshori

“Jadi, ini sebagai bentuk dukungan moril kepada saudara kita, bukan hanya di Palestina dan Uighur, di mana pun kami mengutuk keras aksi keji tersebut,” ujarnya, di sela-sela kegiatan doa bersama, Rabu (25/2/2019).

Dikatakan, konflik yang terjadi di Palestina sudah sekian lama. Mereka memperjuangkan haknya sebagai seorang muslim maupun haknya sebagai seorang warga negara yang secara sah memiliki tanah Palestina, yang saat ini diklaim oleh Israel.

“Untuk itu, berdoa adalah senjata yang dimiliki oleh umat muslim. Jika ada rezeki, kita bentuk donasi,” katanya.

Ketua panitia doa untuk negeri, Palestina dan Uighur, Yusuf Santiaji, menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 900 orang. Mereka tidak hanya datang dari Denpasar, melainkan dari berbagai wilayah lainnya di Bali, seperti Buleleng, Bangli, Jembrana, Klungkung, Karangasem dan Gianyar serta Tabanan.

Selain menggelar doa bersama, dalam kegiatan tersebut juga dilangsungkan penggalangan dana kepada jemaah yang hadir. Termasuk dengan cara lelang beberapa barang, seperti lukisan kaligrafi, rompi serta syal milik Ustadz Haikal.

Disebutkan, dana yang terkumpul dari aksi penggalangan dana tersebut sebanyak Rp70 juta, jam tangan serta perhiasan. Semua donasi ini akan diserahkan ke Palestina dan Uighur, melalui sebuah lembaga amal zakat yang berkantor pusat di Jakarta.

“Dan, yang paling mengesankan dalam aksi penggalangan dana tadi, ada anak kecil yang rela menyumbang perhiasan berupa anting, untuk ikut disumbangkan dalam kegiatan ini. Masyaallah, luar biasa kepeduliannya kepada saudaranya yang sedang terkena musibah kemanusiaan di luar sana,” jelasnya.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan kali kedua yang digelar di Bali. Hal ini menyangkut kegiatan kepedulian terhadap penderitaan saudara umat muslim yang ada di beberapa negara.

Sementara itu, kegiatan doa bersama ini mendapat pengawalan ketat dari Polresta Denpasar.

Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Gatra, mengatakan, pihaknya melibatkan 30 personel untuk mengamankan kegiatan positif ini.

Menurutnya, pihaknya selaku pelindung dan pengayom masyarakat memberikan kesempatan bagi siapa pun masyarakat dan dari golongan mana pun, untuk melakukan aksi positi,f baik bersama, penyampaian asprirasi selama sesuai peraturan yang ada.

“Terima kasih atas kerja samanya, sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik, aman dan nyaman,” tandasnya.

Lihat juga...