Realisasi Pajak KPP Timika Lampaui Target

TIMIKA – Realisasi penerimaan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika, Papua, hingga 19 Desember 2019 mencapai Rp3,348 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp3,242 triliun atau sebesar 103,27 persen.

Kepala KPP Pratama Timika, Tirta Bastoni, mengatakan kenaikan penerimaan pajak yang signifikan tersebut terutama bersumber dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan/PBB sektor pertambangan PT Freeport Indonesia, yang menyumbang penerimaan negara lebih dari Rp900 miliar.

“Dibanding 2018, realisasi penerimaan pajak tahun ini sangat meningkat. Terima kasih kepada PT Freeport yang sangat kooperatif dalam melaksanakan hak dan kewajibannya. Tahun lalu penerimaan PBB sektor pertambangan masih jauh di bawah, tapi tahun ini karena dipengaruhi oleh perubahan kontrak (dari status kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus/IUPK), maka berdampak positif terhadap penerimaan pajak kita,” kata Tirta, Jumat (20/12/2019).

Tirta memprediksi penerimaan pajak KPP Pratama Timika masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan, hingga penutupan tahun anggaran 2019 pada 31 Desember nanti.

“Sisa waktu beberapa hari ke depan sebelum penutupan tahun kami akan fokus mengawal penerimaan pajak dari para bendaharawan yang mengelola anggaran dari sumber APBN maupun APBD. Kami yakinkan semua penyerapan anggaran, maka pajak badannya sudah dibayar dan dilaporkan,” ujar Tirta.

Ada pun pada 2020, KPP Pratama Timika terus berupaya menggali sektor-sektor baru untuk mendongkrak penerimaan negara dengan tidak hanya mengandalkan sektor dominan saat ini, yaitu dari sektor pertambangan.

“Kami akan masuk ke sektor lain seperti bidang perikanan, perkebunan, perdagangan dan pengelolaan hasil hutan seperti kayu. Di samping itu juga pengusaha-pengusaha UMKM harus kami rangkul, agar mereka lebih memahami soal perpajakan,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...