Renang Indonesia Fokus Membina Atlet Junior

Pelatih renang Indonesia David Armandoni di Stadion Akuatik Senayan, Gelora Bung Karno – Foto Ant.

JAKARTA – Pelatih renang Indonesia, David Armandoni menyatakan, memilih fokus membina atlet junior. Hal itu, untuk mempersiapkan mereka menjadi atlet yang memiliki kualitas tidak jauh berbeda dari seniornya.

“Seperti yang sudah dibicarakan dengan PB PRSI, kita harus mempersiapkan para atlet junior ini untuk masa depan nanti. Mereka memiliki potensi dan kita harus membantu mereka supaya bisa memiliki kualitas yang jauh lebih baik,” kata David di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Pelatih asal Prancis itu mengatakan, tim tidak bisa terus-menerus mengandalkan perenang senior seperti I Gede Siman, Glenn Vikcor Sutanto, atau Triadi Fauzi. Namun, juga mesti ada atlet pelapis berkualitas untuk memperkuat tim nasional. Meski beberapa atlet junior, seperti Azzahra Permatahani dan Farrel Armandio Tangkas sudah bisa menunjukkan kualitasnya, seperti ketika menyumbangkan medali perak pada SEA Games 2019 Filipina, namun tidak semestinya mereka berdua menjadi andalan satu-satunya.

“Kita tidak bisa berharap hanya pada dua atlet karena kalau Azzahra atau Farrel bermasalah, misalnya, kita tidak punya lagi perenang lain. Jadi kita harus mempersiapkan mereka mulai dari sekarang,” tandasnya.

Untuk mempersiapkan atlet junior berkualitas, David menyebut  dibutuhkan program serta rencana Pelatnas yang jelas dan matang. Yang dipersiapkan lebih awal, tidak mendadak atau menunggu beberapa bulan hingga mendekati pertandingan. “Yang harus kita lakukan sekarang adalah melakukan training camp ke luar negeri, memetakan para perenang junior bagaimana mereka bisa mempersiapkan diri mereka menjadi atlet yang berkualitas karena itu akan membutuhkan waktu yang lama,” tandasnya.

“SEA Games 2021, misalnya, kita harusnya mulai mempersiapkan programnya dari sekarang. Jangan menunggu delapan bulan mendekati SEA Games,” tambahnya lebih lanjut.

Azzahra Permatahani mengamini pandangan tersebut, dengan mengaku membutuhkan lebih banyak pertandingan ke luar negeri. Bertanding dan bersaing dengan lawan yang memiliki kualitas lebih baik dari pada dirinya. “Kita harus lebih banyak lomba di luar, karena lomba di luar pasti banyak ketemu lawan yang lebih baik daripada di Indonesia. Jadi kita bisa belajar lebih dari mereka,” ujar Azzahra. (Ant)

Lihat juga...