Replika Betlehem Nelle Perlu Sediakan Tempat Sampah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pihak pemerintah kabupaten Sikka khususnya gereja Paroki Roh Kudus Nelle, perlu menyediakan tempat sampah dan mengimbau umat yang hadir saat misa atau berziarah di tempat ini untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Sampah masih berserakan di jalan dan di areal taman Replika Betlehem. Pengelola harus menyediakan tempat-tempat sampah,” pinta Egenius Moa, warga kecamatan Nelle kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/12/2019).

Dikatakan Egi sapaannya, saat perayaan misa, banyak sekali umat Katolik yang hadir di tempat ini seperti saat perayaan Natal kali ini yang dihadiri oleh ribuan umat Katolik di kota Maumere.

“Masyarakat kita belum sadar sehingga masih membuang sampah sembarangan. Untuk itu perlu disiapkan tempat-tempat sampah dan ada petugas yang mengurusi sampah saat ada kegiatan yang melibatkan banyak orang di tempat ini,” sarannya.

Sementara itu Romana Seli, salah seorang warga yang ditemui usai perayaan Misa Natal pun berpendapat senada. Menurutnya, sangat penting untuk menyediakan tempat sampah di lokasi ini yang sudah menjadi tempat wisata rohani.

“Tadi bupati Sikka juga tekankan pentingnya menjaga kebersihan sehingga harusnya di tempat-tempat wisata rohani seperti ini juga harus disediakan tempat sampah,” harapnya.

Romana menyayangkan warga yang masih membuang sampah sembarangan di lokasi Replika Betlehem Nelle dimana tempat tersebut sangat bagus dan berada di bukit yang dikelilingi kebun dan hutan.

“Sayang sekali kalau tempat yang indah, sejuk dan hijau ini harus kotor karena perilaku orang yang membuang sampah sembarangan baik di jalan-jalan maupun di rerumputan,” tuturnya.

Romo Wilfrid Valiance, Pr, mengatakan, pembangunan tempat wisata rohani ini dilakukan bulan Mei 2012 dimana pembangunan ini dananya berasal dari umat Paroki Roh Kudus Nelle.

Romo Wilfrid Valiance, Pr saat membawakan sambutan dalam misa Natal di Replilka Betlehem, kecamatan Nelle, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/12/2019). Foto: Ebed de Rosary

Selain mengumpulkan dana, semua umat termasuk anak-anak sekolah juga ikut bergotong royong membangun tempat wisata rohani ini. Termasuk hari libur semua umat ikut bergotog royong bekerja.

“Setelah 7 bulan pembangunan, tempat ini pun mulai rampung dan diresmikan bulan Desember 2012. Namun pembangunan tempat ini masih belum selesai dan masih membutuhkan dana untuk penyelesaiannya,” ungkapnya.

Pemerintah kabupaten Sikka melalui bupati kata Wilfrid, telah mengalokasikan dana Rp200 juta untuk melanjutkan pembangunannya, namun pembangunan harus tetap dilakukan dengan bergotong royong agar dananya bisa hemat.

“Saya yakin pembangunan ini akan rampung meskipun saya sudah tidak bertugas di paroki ini lagi, karena orang Nelle sangat rajin. Semua umat juga telah sepakat agar pembangunan tempat ini harus dituntaskan, termasuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung,” pungkasnya.

Lihat juga...