Rp11 Miliar Dana Bos Afirmasi dan Kinerja di Parigi Moutong Terancam Tidak Terserap

Ilustrasi [ DOK CDN]

PARIGI – Sekira Rp11 miliar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi 2019, untuk pengadaan barang dan kinerja guru di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terancam tidak terealisasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Adrudin Nur mengatakan, belum terealisasinya dana belasan miliar itu karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan belum mengeluarkan petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksana sebagai aturan baku. “Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah belum merealisasikan anggaran tersebut kepada kami di daerah, sementara saat ini sudah berada di penghujung tahun,” ungkap Adrudin, Sabtu (28/12/2019).

Menurut dia, jika anggaran pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipaksakan untuk di gunakan tahun ini. Maka pengelolaannya dipastikan tidak akan maksimal, mengingat waktu terus berjalan.

Dana Bos Afirmasi, merupakan program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan tingkat dasar maupun menengah. Alokasinya untuk kegiatan belanja barang yang menjadi kebutuhan sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Parigi Moutong salah satu daerah di Sulawesi Tengah masuk dalam zona tersebut. Selain dana Bos Afirmasi, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran Bos kinerja bagi sekolah yang memiliki kinerja baik.

Sekaligus sebagai stimulus bagi sekolah, untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di dearah. “Penggunaan dana Bos Afirmasi dan Kinerja sama seperti Bos reguler, wajib memiliki Juknis dan Juklak sebagai rujukan aturan pencairan dana,” jelas Adrudin.

Dari catatannya, sekira 101 Sekolah Dasar Negeri dan 23 Sekolah Menengah Pertama Negeri di Parigi Moutong terancam tidak mendapat Bos Afirmasi dan Bos Kinerja. Pada jenjang pendidikan dasar, penerima Bos Afirmasi adalah 88 sekolah. Sedangkan penerima Bos Kinerja ada 13 sekolah. Sementara untuk jenjang pendidikan menengah, penerima Bos Afirmasi ada 20 sekolah dan dan bantuan kinerja diberikan untuk tiga sekolah. “Berdasarkan surat keputusan Kementerian Pendidikan, nila Bos Afirmasi relatif disesuaikan dengan jumlah murid sekolah penerima,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...