Rumah Gadang Perlu Dilestarikan

Editor: Mahadeva

LIMAPULUH KOTA – Pemangku adat di Minangkabau, Sumatera Barat berharap, masyarakat dapat menjaga kelestarian rumah Gadang atau rumah adat Minangkabau. Salah satu cara yang dapat dilakukan, dengan memfungsikannya sebagai tempat pertemuan Nagari atau desa. Keberadaan rumah adat,  tidak hanya untuk membahas kemajuan Nagari.

“Di era sekarang, budaya perlu dilestarikan. Jika tidak sering-sering digelar kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan, kita khawatir budaya dan adat istiadat Minangkabau tidak dikenal oleh generasi sekarang,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Datuak Malintang Panai, usai acara Peresmian Balai Godang Ronah Talago Gontiang dan Olek Godang Pati Ambalau Panghulu di Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (26/12/2019).

Nasrul Abit menyebut, secara historis dalam tambo Minangkabau diceritakan asal muasal dari Nagari Tujuah Koto Talago. Keberadaan Rumah Gadang di Minangkabau semakin banyak ditinggalkan, karena karakter orang Minang yang suka merantau. Dampaknya, banyak rumah gadang yang rusak karena tidak terawat.

“Namun saat ini saya membuktikan Rumah Gadang Balai Godang Ronah Talago Gontiang, ramai dikunjungi para Datuak Panghulu. Berarti kelestarian rumah adat dapat mengembalikan budaya adat Minang tempo dulu, sebagai simbol utama kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau,” ujar Datuak Malintang Panai.

Nasrul menyebutm budaya dan adat Minangkabau harus melekat pada diri orang Minang sebagai indentitas. Budaya adalah pembeda suatu bangsa, sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.  “Peduli kepada rumah gadang harus dijaga kelestariannya yang berisikan norma dan nilai adat sebagai wadah bagi masyarakat Minangkabau dalam bermusyawarah,” ucapnya.

Selanjutnya Nasrul Abit mengajak masyarakat untuk menjaga tali silaturrahmi antara sesama, suku, kaum, masyarakat dan lembaga Nagari. Jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber kelemahan yang akan memecah belah masyarakat.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi mengatakan, Rumah Gadang di daerah-nya selain untuk kegiatan kebudayaan, juga menjadi objek wisata. “Kita selaku masyarakat Minangkabau, sudah seharusnya menjaga dan melestarikan segala hal yang berkaitan dengan budaya ataupun adat istiadat,” pungkasnya.

Lihat juga...