Sebanyak 31 Atlet Indonesia Berpotensi Tampil di Olimpiade 2020

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023 Raja Sapta Oktohari memberikan keterangan usai kongres di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (9/10/2019)  Foto Ant

JAKARTA – Sebanyak 31 atlet Indonesia, berpotensi tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. KOI menargetkan, jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade 2020 bisa melampaui jumlah atlet pada Olimpiade 2016, yang kala itu mengirim 28 orang.

“Sampai hari ini potensinya 31 atlet yang bisa ikut (Olimpiade). Tapi itu masih asumsi, jadi bisa lebih atau kurang,” ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, Kamis (26/12/2019).

Lelaki yang akrap disapa Okto tersebut mengaku bertekad, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengirimkan lebih banyak atlet ke pesta olahraga terakbar itu. Beberapa cabang olahraga yang berpotensi lolos ke Olimpiade antara lain, bulu tangkis, senam, angkat besi, dan panjat tebing.

Untuk mempersiapkan Kontingen Indonesia menuju Olimpiade 2020, Okto mengaku telah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, untuk membicarakan soal pemilihan Chief de Mission (CdM) Olimpiade 2020. “Dalam waktu dekat, Pak Menpora akan mengumumkan CdM Olimpiade Tokyo,” ungkapnya.

Setelah diumumkan, selanjutnya KOI akan membentuk tim untuk kesuksesan prestasi Indonesia di Olimpiade 2020, sekaligus berkoordinasi dengan berbagai cabang olahraga yang berpotensi lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Meski belum dibentuk tim analisis terkait peluang Indonesia di Olimpiade Tokyo, Okto berharap, tim Merah Putih nantinya bisa meraih lebih dari satu medali emas. Target itu harus melebihi capaian saat ia menjabat sebagai CdM Olimpiade Rio 2016, yang kala itu hanya mampu membawa pulang satu keping emas melalui duet ganda campuran bulu tangkis, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad.

Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan tiga atletnya ke Olimpiade Tokyo. Mereka adalah Lalu Muhammad Zohri dari cabang atletik, Ega Riau Agatha dari cabang panahan, dan Vidya Rafika dari cabang menembak. Sementara beberapa atlet dari cabang lainnya masih harus terus mengikuti berbagai kejuaraan prakualifikasim yang akan digelar hingga April tahun depan. (Ant)

Lihat juga...