Selama Nataru Penjualan Kue di Maumere Meningkat Drastis

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selain membuat perhiasan atau pernak-pernik Natal laku keras, penjualan kuliner khususnya kue pun mengalami lonjakan.

Mikaela Rosamanda Kondi salah seorang pengusaha kuliner di kota Maumere kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemui di rumahnya Selasa (31/12/2019). Foto : Ebed de Rosary

Baik kue kering maupun basah setiap tahun penjualannya mengalami peningkatan karena masyarakat kota Maumere banyak yang membeli ketimbang membuat sendiri karena lebih praktis.

“Memang penjualan kue setiap tahun apalagi menjelang hari raya Natal dan tahun Baru mengalami peningkatan penjualan,” kata Mikaela Rosamanda Kondi, pengusaha kuliner di kota Maumere kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/12/2019).

Dikatakan Mikaela,biasanya kue kering seperti Nastar, cokelat kacang dan lainnya seminggu bahkan dua minggu menjelang Natal dan Tahun Baru sudah mulai dipesan pembeli.

Sementara kue basah biasanya dipesan seminggu sebelumnya dan biasanya kue kering diambil dua atau tiga hari menjelang Nataru dan dan kue basah sehari menjelang Nataru.

“Biasanya sehari sebelum Natal atau Tahu Baru baru diambil oleh pembeli dan lebih banyak dipesan kue tart atau bolu termasuk bolu cokelat. Harganya pun bervariasi tergantung ukuran dan wadah yang digunakan,” terangnya.

Jumlah pesanan kata Mikaela bisa ratusan toples kue kering  dengan harga jual yang bervariasi antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu.

Untuk kue basah ucapnya, harganya bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per buahnya tergantung jenis  dan juga besar kecil yang dipesan oleh pembeli.

Sementara itu Ernawati salah seorang penjual kue kering mengaku, menjelang Nataru banyak penjual, baik di rumah-rumah maupun di toko-toko di kota Maumere menawarkan berbagai jenis kue.

Paling banyak dibeli kata Erna sapaannya, kue kering seperti nastar dan puteri salju, dimana harga jualnya satu toples berukuran kecil dijual dengan harga Rp35 ribu hingga Rp50 ribu.

“Paling laris jual kue kering karena pembelinya bukan saja tinggal di kota Maumere tetapi juga dari desa-desa di seluruh kabupaten Sikka. Ada juga pembeli dari kabupaten tetangga seperti dari Flores Timur, Ende dan Mbay,” tuturnya.

Erna mengaku, penjualan mulai ramai seminggu jelan hari raya Natal dimana dalam sehari dirinya bisa megantongi keuntungan mulai Rp300 ribu bahkan mencapai Rp1 juta.

Lihat juga...