Senjata Ilegal di Lumajang Dijual ke Daerah Konflik

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, mencoba senapan angin ilegal saat menggelar konferensi pers kasus perdagangan senapan angin ilegal tanpa izin di Lumajang, Sabtu (7/12/2019) – Foto Ant

LUMAJANG – Senjata ilegal yang dibuat tersangka AH, di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dijual ke sejumlah daerah konflik. Penjualan dilakukan tersangka secara dalam jaringan (online).

“Kami sudah mengidentifikasi senjata-senjata tersebut dijual ke 18 provinsi di Indonesia, termasuk daerah-daerah konflik seperti Papua, Maluku, Aceh, Sulawesi, dan Kalimantan,” kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, saat memberikan keterangan kepada sejumlah media terkait pengungkapan kasus perdagangan senapan angin ilegal tanpa izin, di Lumajang, Sabtu (7/12/2019).

Polda Jatim yang dipimpin langsung oleh Kapolda Irjen Luki Hermawan, bersama Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setiyawan, dan Kapolres Lumajang AKBP Adewira Siregar, menggerebek sebuah gudang perakitan dan penjualan senjata ilegal jenis air gun dan airsoft gun di Kabupaten Lumajang. Senapan angin tersebut dipesan oleh orang dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Aceh, Sumatera, Kalimantan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Senjata tersebut diperdagangkan secara daring (online) melalui media sosial dan luar jaringan (offline) seperti toko dan jasa pengiriman barang dengan harga bervariasi mulai Rp3 juta hingga Rp23 juta,” jelasnya.

Luki menyebut, pelaku sudah memproduksi sekira 250 pucuk senjata ilegal. Memiliki karyawan yang dipekerjakan sebanyak lima orang. Mereka bekerja sejak 2015 silam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat senjata ilegal tersebut berasal dari luar negeri, yang diperoleh melalui pemesanan secara daring. “Kami akan terus mengembangkan kasus penggerebekan gudang perakitan dan penjualan senjata ilegal di Lumajang. Kasus itu akan menjadi atensi Polda Jatim, sehingga diharapkan dapat mengungkap jaringan perdagangan senjata ilegal itu,” jelas Kapolda.

Ia mengimbau, para pembeli senjata ilegal dari AH untuk segera mengembalikan. Hal itu dikarenakan, senapan angin tersebut tidak memiliki izin, dan merupakan senjata ilegal. Polisi mengamankan pemilik industri rumahan senapan ilegal berinisial AH, bersama dengan barang bukti yang ditemukan di gudang pembuatan tersebut, diantaranya 40 pucuk senjata yang terdiri dari 20 pucuk senjata air gun untuk berburu dan 20 pucuk senjata air gun untuk lomba. (Ant)

Lihat juga...