Sepanjang 2019 Baznas Salurkan Rp16 Miliar ke Peternak

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) telah mengalokasikan anggaran Rp16 miliar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petetnak mustahik.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan sepanjang 2019, Baznas telah menyalurkan dana zakat melalui LPPM sebesar Rp16 miliar untuk mendirikan 35 balai ternak Baznas di seluruh Indonesia.

Dana tersebut disalurkan untuk menyukseskan program balai ternak Baznas, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para peternak.

“Pada 2019 ini, Baznas melalui LPPM telah menyalurkan Rp16 miliar untuk mendirikan 35 balai ternak di seluruh Indonesia. Masing-masing balai ternak itu mendapat dana sekitar Rp16 juta,” kata Arif, kepada Cendana News, saat ditemui di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Besarnya dana yang diterima oleh setiap balai ternak, menurutnya digunakan untuk membuat kandang, membeli ternak, biaya perawatan ternak, dan pendampingan.

“Jadi, ada banyak warga mustahik yang menjadi anggota balai ternak dengan dana itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, balai ternak ini merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan. Ada pun konsepnya adalah memadukan pembibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya petani dan peternak kecil.

Diharapkan, balai ternak tersebut menjadi pemasok dari ibadah kurban umat muslim di Indonesia. Sehingga mereka bisa memberdayakan ternaknya.

“Kami juga pada waktunya bisa membeli hewan kurban dari mereka. Sehingga ada rantai distribusi dan market pasarnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Direktur LPPM Baznas, Ajat Sudrajat, menambahkan, konsep pembibitan dan penggemukan ternak bertujuan untuk meningkatkan populasi ternak, dan secara ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan para peternak mustahik.

Konsep pemberdayaan balai ternak ini meliputi pendampingan bagi peternak mustahik, agar mereka bisa memberdayakan diri dan keluarganya.

Penerima manfaat dana program ini adalah masyarakat yang tergolong miskin dan telah terverifikasi dari hasil Studi Kelayakan Peternak Mustahik (SKPM).

Kemudian, tambah dia, kelompok peternak dibentuk setelah dilakukan Pelatihan Dasar Kelompok (PDP).

“Jadi, program balai ternak yang dijalankan ini berbasis komunitas dalam bentuk kelompok. Mereka yang akan mendapatkan manfaat program pemberdayaan ekonomi mustahik,” ujar Adat.

Salah satu contoh, kelompok balai ternak Baznas di kabupaten Lampung Tengah, telah disalurkan sekitar 282 ekor kambing. Diharapkan dari pembudidayaan dapat terus berkembang.

Pengembangan usaha kelompok ini juga bisa dari hulu sampai hilir. Di antaranya, penjualan bakalan setiap tiga bulan sekali, jualan sate, susu, dan sebagainya.

Bahkan, tambah dia, pada perayaan Iduladha, sebanyak 3.000 ekor kambing hasil ternak para peternak mustahik telah ditebar. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh sekitar 60.000 kepala keluarga atau sekitar 240.000 penduduk desa di 23 provinsi di Indonesia.

Dia mengatakan, dengan adanya pendampingan, ditargetkan dapat mewujudkan kemandirian para peternak mustahik. “Mereka bisa mandiri secara ekonomi, kelembagaan dan spritual,” pungkasnya.

Lihat juga...