Sepanjang 2019, BNNK Banyumas Bentuk 30 Desa Bersih Narkoba

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas sepanjang tahun 2019. Setidaknya ada 30 desa/kelurahan yang sudah menjadi Bersinar atau Bersih Narkoba.

Kepala BNNK Banyumas, Agus Untoro mengatakan, pada desa/kelurahan Bersinar tersebut, dibentuk relawan yang bertugas memberikan informasi kepada BNNK Banyumas jika menjumpai adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayahnya. Selain itu, juga dibentuk agen pemulihan yang bertugas memantau proses pemulihan mantan klien rehabilitasi di wilayah tersebut.

“Kita sudah memiliki 30 desa Bersinar yaitu desa/kelurahan yang bersih narkoba dan ini akan kita jaga dan bina terus melalui para relawan,” kata Agus Untoro, Jumat (27/12/2019) di kantor BNNK Banyumas.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Banyumas, Wicky Sri Erlangga Adityas menambahkan, pada tiap desa/kelurahan Bersinar, BNNK merekrut satu orang relawan untuk dilatih. Selanjutnya, relawan tersebut akan meneruskan pelatihan kepada enam orang lainnya di desa masing-masing.

“Enam orang relawan yang dilatih oleh relawan BNNK yaitu dari kalangan Babinsa, Bhabinkamtibmas, bidan desa, ketua Tim Penggerak PKK desa/kelurahan, ketua Karang Taruna dan kasi trantib. Sehingga dalam satu desa/kelurahan Bersinar, ada 7 orang relawan yang sudah terlatih dan siap membantu serta memberikan informasi kepada kita,” kata Wicky.

Berbagai penyuluhan dan sosialisasi juga terus dilakukan BNNK Banyumas terhadap berbagai kalangan. Bahkan sebagian besar penyuluhan merupakan permintaan dari masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah terbangun dengan baik.

“Penyuluhan yang dilaksanakan BNNK hanya 16 kali dengan total jumlah peserta sebanyak 960 orang, karena anggaran yang kita miliki memang hanya untuk penyuluhan 16 kali. Namun, di luar dugaan antusiasme masyarakat luar biasa, kita mendapat permintaan untuk melakukan penyuluhan atas inisiasi masyarakat sebanyak 265 kali, dengan total jumlah peserta mencapai 38.619 orang,” terang Kepala BNNK Banyumas.

Demikian pula dengan program pencegahan berupa tes urine. BNNK Banyumas menerima permintaan urine 61 kali dari kalangan masyarakat. Permintaan terbanyak dari kalangan institusi pendidikan yaitu hingga 48 kali, kemudian dari kalangan pemerintah ada 7 kali tes urine, sisanya dari kalangan swasta dan masyarakat umum.

Sementara untuk tes urine program BNNK Banyumas sendiri, dilakukan sebanyak 54 kali, 22 kali di kalangan institusi pendidikan, 14 kali di masyarakat umum, 13 kali di kalangan pemerintah dan 5 kali di kalangan swasta.

Lihat juga...