Serangan Baghdad Menewaskan 23 Orang

Seorang demonstran membersihkan jalan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa memprotes pemerintah di Baghdad, Irak, Jumat (22/11/2019) – Foto Ant

BAGHDAD – Jumlah korban tewas, dalam serangan oleh sejumlah pria bersenjata di lokasi protes utama di Baghdad pada Jumat (6/12/2019) malam, naik jadi 23 orang pada Sabtu (7/12/2019).

Serangan yang melanda ibu kota Irak itu dipandang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari 127 orang cedera, akibat terkena tembakan dan tusukan yang menyasar para pengunjuk rasa anti-pemerintah dekat Alun-alun Tahrir, kata sumber-sumber kepolisian dan medis. Dalam peristiwa tersebut tiga anggota polisi tewas.

Ribuan warga Irak telah menduduki alan-alun yang berada di pusat kota, dan tiga jembatan yang mengarah ke Zona Hijau kota itu selama beberapa pekan. Mereka menyerukan pencabutan sepenuhnya sistem politik yang berkuasa saat ini.

Sumber-sumber keamanan mengatakan, mereka tidak dapat mengidentifikasi pria-pria bersenjata yang menyerang para pemerotes. Insiden itu diikuti intimidasi pada Sabtu (7/12/2019) pagi, ketika sejumlah pria bersenjata tak dikenal dengan mobil-mobil secara konvoi bergerak ke jalan tepi sungai yang mengarah ke Alun-alun Tahrir, melepaskan tembakan ke arah aksi protes.

Para pria bersenjata dan memakai penutup muka bergerak ke jalan itu dekat alun-alun, dan berusaha maju menuju Tahrir. “Tapi mereka akhirnya berbalik arah di tempat pemeriksaan yang dijaga pasukan keamanan Irak,” kata para saksi mata.

Serangan pada Jumat itu terjadi beberapa jam, setelah Washington memberlakukan sanksi-sanksi atas tiga pemimpin paramiliter Irak dukungan Iran, yang dituduh mengerahkan pembunuhan para pemerotes Irak. (Ant)

Lihat juga...