Tekan Pemanasan Global, Kader Lingkungan Malang Galakkan Penghijauan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Ribuan bibit pohon mahoni dan tanaman buah ditanam Kader Lingkungan (Karling) kota Malang dalam upaya menekan terjadinya pemanasan global sekaligus memperingati hari jadi ke IX.

Walikota Malang, Sutiaji, mengaku sangat mengpresiasi apa yang telah dilakukan para kader lingkungan untuk bersama-sama kembali melakukan penghijauan demi mewujudkan lingkungan yang sehat.

“Atas nama pemerintah kota Malang kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada kader lingkungan yang tidak pernah henti-hentinya untuk terus menggelorakan sadar lingkungan, karena sejatinya alam semesta adalah milik tuhan yang dititipkan kepada kita semua,” ujarnya saat menghadiri Gerakan Masyarakat Peduli Tanam Pohon di Taman Gayam, Jumat (27/12/2019).

Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan penanaman bibit buah di Taman Gayam, Jumat (27/12/2019). Foto: Agus Nurchaliq

Ia juga berharap, apresiasi masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan. Kader lingkungan pun diminta untuk lebih dikuatkan lagi.

“Apa yang sudah kita tanam hari ini harus kita rawat. Jangan sampai setelah ditanam kemudian tidak kita rawat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus pembina Kader lingkungan kota Malang, Wasto, mengatakan, bahwa kader lingkungan sangat konsisten peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itulah mereka kemudian memiliki ide untuk menanami sejengkal tanah yang sekiranya masih bisa ditanami.

“Uniknya kader lingkungan ini sudah melakukan sensus pohon, yang terinspirasi dari Kementerian Lingkungan Hidup satu pohon untuk kehidupan 2 orang. Dari situ kemudian teman-teman kader lingkungan mempelopori diri ingin menghitung jumlah pohon dengan pembanding jumlah warga Kota Malang, apakah sudah sebanding dengan separuh dari jumlah warga,” terangnya.

Menurutnya spirit menanami selalu dimiliki oleh kader lingkungan. Karena itulah salah satu bentuk karya bakti dari  kader lingkungan terhadap  ibu pertiwi.

“Bumi bukan milik kita tapi milik anak cucu kita. Itulah semboyan dan spirit yang dimiliki oleh teman-teman kader lingkungan,” ucapnya.

Disampaikan Wasto, idealnya jumlah pohon di kota Malang adalah separuh dari jumlah warga. Saat ini penduduk kota Malang sekitar 900 ribu ditambah warganya yang bukan penduduk kurang lebih 400 ribu sehingga totalnya sekitar 13 ribu jiwa.

“Jadi idealnya jumlah pohon separuh dari itu yakni 13 ribu dibagi dua, sekitar 650 ribu jiwa. Oleh karena itu teman-teman kader lingkungan ingin menghitung apa sudah tersedia 650 pohon di kota Malang. Kalau belum pasti berdampak pada kesehatan masyarakatnya. Tapi kalau sudah tersedia sejumlah itu, Insya Allah nanti dari sisi kesehatan lebih bagus karena ketersediaan oksigennya terpenuhi,” terangnya.

Sementara itu ketua panitia, M. Ranu Prihadi, mengaku kegiatan penanaman pohon dilakukan dalam rangka penghijauan di tengah-tengah kota untuk menekan adanya pemanasan global dan cuaca yang tidak menentu.

“Ada 2900 bibit pohon mahoni dari Taman Hutan Raya (Tahura) kota Malang dan 400 tanaman buah dari Jasa Tirta yang siap dibagikan untuk ditanam di lima kecamatan,” terangnya.

Melalui gerakan penghijauan tersebut Prihadi berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama anak cucu di kemudian hari.

“Kami berharap agar pemerintah tidak memberikan toleransi terhadap siapa pun yang melakukan perusakan atau penebangan pohon tanpa melalui prosedur. Karena kami akan terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan agar pohon-pohon di kota Malang tetap dipertahankan dan terus dikembangkan,” pungkasnya.

Lihat juga...