Teknologi Tomografi, Solusi Cerdas untuk Industri

Editor: Makmun Hidayat

SERPONG — Penggunaan tomografi merupakan salah satu upaya menguji kelayakan tanpa harus merusak material yang sedang dikaji. Dengan menggunakan bauran neutron dan teknologi x-ray diharapkan dapat membantu pihak industri untuk proses pengujian material dan membantu para peneliti dalam meneliti objek penelitian. 

Peneliti Radiografi Pusat Sains dan Teknologi Barang Maju (PSTBM) Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Fahrurrozi Akbar, menjelaskan bahwa teknik tomografi merupakan suatu teknik pencitraan yang dapat menampilkan tampak lintang objek yang diamati sehingga memberikan citra yang lebih informatif dan komprehensif.

“Dengan tomografi neutron ini, kita bisa merubah visualisasi objek dari dua dimensi menjadi tiga dimensi. Dan saat sudah ditampilkan, citra bisa dipotong secara digital sehingga bisa menunjukkan bagian penampang objek, maupun mengidentifikasi bagian dalam dari objek tersebut,” kata Fahrurrozi kepada Cendana News di Batan Serpong, Jumat (6/12/2019).

Ia menyampaikan, dalam penggunaannya, neutron akan digunakan untuk menyinari materi uji yang diletakkan pada meja putar.

“Karena adanya penyerapan neutron oleh materi uji coba, maka layar scintillator akan merubah neutron menjadi cahaya tampak untuk diteruskan kepada kamera CCD,” urainya.

Kamera CCD ini, menurutnya, memiliki kemampuan untuk menangkap cahaya-cahaya intensitas rendah.  “Kamera CCD akan meneruskan data gambar yang diterima ke komputer dalam bentuk digital, yang selanjutnya akan dirubah menjadi citra tiga dimensi dengan program,” ucap Fahrurrozi.

Dengan sistem citra tiga dimensi ini, materi uji akan dapat diteliti tanpa harus merusak kondisi fisiknya. Dan memungkinkan juga untuk mengetahui materi yang tak tampak dari permukaan.

“Dalam penggunaannya, tomografi neutron ini bersifat komplementer dengan tomografi x-ray. Karena pada neutron yang akan terlihat adalah komponen polimer dan pada x-ray yang akan terlihat komponen elektronik,” ujar Fahrurrozi lebih lanjut.

Ia mencontohkan dalam satu uji coba terhadap patung Budha di Korea, tomografi membantu peneliti arkeologi untuk mengetahui bahwa terdapat batang di dalam patung Budha tersebut dan terbagi menjadi dua bagian.

“Selain bidang arkeologi, tomografi ini memberikan kemudahan pada bidang otomotif untuk mengukur kualitas poros, untuk bidang industri bisa digunakan untuk penghitungan jumlah karat,” urainya.

Untuk bidang kesehatan, saat ini tomografi juga digunakan untuk melihat poros dalam kaki palsu. “Hasil pencitraan yang sudah berbentuk digital di komputer dapat diputar dan diiris dari pelbagai arah,” kata Fahrurrozi lagi seraya menunjukkan salah satu hasil pencitraan dari materi kaki palsu.

Harapannya, teknologi tomografi ini bisa dapat membantu proses pengujian sehingga menghasilkan data akurat dalam waktu yang lebih cepat dan mengendalikan mutu materi.

“Dan tentunya tidak merusak materi. Karena itu tomografi termasuk dalam bagian uji tidak rusak atau Non Destructive Investigation (NDI),” pungkasnya

Lihat juga...