Tenggiri Lempah Kuning Khas Bangka, Sajian Lezat Saat Natal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG—Suasana hari raya Natal pada tahun ini masih terlihat pada sejumlah keluarga Kristiani di pedesaan Lampung Selatan (Lamsel). Tradisi kunjungan yang masih dilestarikan membuat berbagai jenis hidangan khas muncul dan memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Stevany asal Bangka mempersiapkan sajian ikan tenggiri lempah kuning untuk kerabat yang berkunjung pada rangkaian hari raya Natal 2019, Sabtu (28/12/2019). Foto: Henk Widi

Stevany, salah satu warga asal Bangka menyebutkan, salah satu sajian yang dibuat olehnya berupa tenggiri lempah kuning.  Kuliner yang menyerupai pindang tersebut menjadi hidangan menyegarkan dengan berbagai bumbu rempah.

Stevany menyebut rangkaian Natal yang dimulai sejak 24 Desember masih akan berlangsung hingga hari raya penampakan Tuhan (Epifani) pada 6 Januari 2020 mendatang.

“Sajian lauk dari daging ayam, daging sapi tetap ada, namun sebagai variasi menu berbahan ikan saya membuat tenggiri lempah kuning khas Bangka sekaligus mengenalkan resep bagi kerabat yang saya kunjungi,” ungkap Stevany saat ditemui Cendana News, Sabtu (28/12/2019).

Hidangan tenggiri lempah kuning khas Bangka menurut Stevany kerap disajikan saat hari biasa, terutama musim penghujan. Terlebih pada Desember yang identik dengan musim penghujan. Memiliki ciri khas kuah warna kuning dan bumbu rempah menyegarkan menjadikan kuliner ini menggugah selera.

“Kami bertemu dengan kerabat satu tahun sekali saat libur hingga nanti tahun baru sehingga makan bersama menjadi simbol keakraban saat Natal,” beber Stevany.

Sebagai warga asal Bangka Tengah yang dekat dengan pesisir pantai, kuliner berbahan ikan laut akrab dibuat olehnya. Jenis kuliner yang dibuat meliputi tekwan, empek empek dan otak otak.

“Semua sajian tersebut disediakan bagi para tamu saat merayakan Natal. Sajian tenggiri lempah kuning menjadi hidangan utama bagi kerabat dan tetangga yang berkunjung kala hari raya Natal,” sebutnya.

Selain ikan tenggiri sejumlah bumbu yang disiapkan berupa nanas, tomat, serai, lengkuas, asam jawa, garam, gula pasir dan penyedap rasa.

“Selain bumbu untuk diiris bahan bumbu halus yang disediakan meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kunyit dan terasi,” jelas Stevany.

Setelah semua bahan siap, ikan tenggiri dibersihkan dan dipotong menjadi empat bagian. Semua bahan bumbu yang diiris dan dihaluskan akan dimasukkan dalam dandang yang telah diisi air mendidih. Semua bahan bumbu akan dimasak dengan api sedang, hingga tercampur sempurna ditandai dengan rasa segar saat dicicipi.

“Ikan tenggiri akan dimasukkan pada air mendidih setelah semua bumbu matang,” terangnya.

Butuh waktu sekitar 30 menit  agar daging ikan empuk. Saat mulai matang penyajian dilakukan dalam mangkuk kecil.

“Banyak penyuka tenggiri lempah kuning kerap menyantapnya tanpa nasi dengan pengganti lontong, empek empek dan tekwan,” papar Stevany.

Christina yang menikmati hidangan tenggiri lempah kuning menyebut hidangan saat rangkaian Natal tersebut sangat cocok. Sebab saat musim penghujan kondisi udara yang dingin akan lebih hangat.

“Kuah yang memiliki sensasi rasa asam, pedas, manis membuatnya bisa dinikmati dengan nasi hangat. Bagian kepala dan ekor tenggiri paling saya suka,” bebernya.

Saat berkunjung ke kerabat yang merayakan Natal Christina mengaku bisa menikmati sejumlah sajian istimewa. Terlebih pada sejumlah keluarga Kristiani yang merayakan Natal suasana kemeriahan masih akan terasa hingga awal Januari.

Sejumlah hidangan kuliner disebutnya bisa ditemui dengan berbagai variasi pengolahan. Meski demikian tenggiri lempah kuning cukup istimewa baginya.

Lihat juga...