Tersangka Narkoba Hamil di Rutan Maumere Tak Diperlakukan Khusus

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Meski sedang hamil, tersangka narkoba EW (34) tidak mendapat perlakukan khusus dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere selama tersangka menjalani masa tahanan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Maumere.

Sejak diserahkan Polres Sikka, tersangka dititipkan di Rutan Maumere sambil menunggu keputusan sidang yang sedang digelar di Pengadilan Negeri Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Untuk pelayanan kesehatan, tersangka mendapatkan pelayanan sesuai standar selama berada di Rutan Maumere,” kata Kasi   Intel Kejari Maumere, Cornelis S. Oematan, SH, Jumat (20/12/2019).

Kasi Intel Kejari Maumere, Cornelis S. Oematan, SH, saat ditemui, Jumat (20/12/2019). -Foto: Ebed de Rosery

Cornelis mengatakan, bila selama menjalani masa tahanan di Rutan tersangka bermasalah dengan kesehatannya saat masa kehamilan maka pihak Rutan akan menginformasikan kepada Kejari Maumere.

Bila saat menjalani persidangan, tambahnya, tersangka sudah waktunya melahirkan maka Pengadilan Negeri Maumere akan mengeluarkan penetapan pembatalan persidangan.

“Setelah tersangka melahirkan dan kesehatannya pulih baru persidangan akan dilanjutkan kembali. Status tahanan tersangka masih status penuntut umum karena belum ada pelimpahan kepada Pengadilan Negeri Maumere,” ujarnya.

Wakapolres Sikka, Kompol  I Putu Surawan menyebutkan,tersangka EW yang seang hamil diamankan di Pelabuhan Laurens Say Maumere dengan barang bukti sabu-sabu seberat 2,91 kilogram.

Berdasarkan informasi, sabu-sabu tersebut dikirim dari Makasar Sulawesi Selatan dengan menitipkannya di petugas yang bekerja di kapal dan ditaruh di dalam sebuah dos yang berisi seprei dan bagian bawahnya diselipkan sabu-sabu.

“Saat mengambil kiriman, pelaku kami tangkap di pelataran parkir Pelabuhan Laurens Say Maumere saat sedang membawa barang bukti yang baru saja diterimanya dari seorang porter di pelabuhan,” ungkapnya.

Sabu-sabu tersebut dikirim oleh I dengan meletakannya di dalam kardus bersisi seprei dan terdapat juga 71 kantorng plastik bening lainnya yang masih kosong serta satu bungkus sabu-sabu.

“Tersangka selama ini tinggal di Maumere dan kami menduga paket narkoba tersebut akan dijual kepada seseorang yang telah memesannya. Sabu-sabu ini dibeli dari I di Makasar dengan harga Rp.5,7 juta,” terangnya.

Lihat juga...