Tiga Masalah Kesehatan Terbesar di Sepanjang 2019

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Secara umum, masalah kesehatan terbesar dan termasuk dalam kategori bencana di sepanjang 2019 terbagi menjadi tiga hal. Yaitu, masalah kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan, yang diakibatkan oleh kebakaran hutan lahan dan akibat bencana alam. 

Direktur Kesehatan Lingkungan Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Imran Agus menyatakan, setiap kejadian berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat. “Yang pertama kita pantau adalah akibat dari pencemaran lingkungan. Baik akibat limbah elektronik maupun limbah kimia di lingkungan,” kata Imran dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun di Graha BNPB Jakarta, Senin (30/12/2019).

Direktur Kesehatan Lingkungan Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Agus saat memaparkan kondisi persoalan kesehatan di masyarakat dalam acara Refleksi Akhir Tahun di Graha BNPB Jakarta, Senin (30/12/2019) – Foto Ranny Supusepa

Beberapa kasus yang termasuk dalam kelompok ini adalah efek peleburan aki, kontaminasi dioksin maupun pencemaran bangkai di saluran air. “Kondisi ini mampu menimbulkan gangguan inhalasi maupun dermal. Secara spesifik, akibatnya adalah depresi, efek pada saraf, sesak napas, iritasi dan gangguan fisiologi,” jelasnya.

Pada tingkat kronik, gangguan akan menjadi mutagenik, karsinogenik, hematologik dan endokrinologik. Yang kedua dan juga yang paling sulit ditangani dari sisi kesehatan adalah dampak dari kebakaran hutan.  “Karena memang luasan dan dampaknya besar. Sementara sebabnya hanya bisa dipadamkan dengan hujan. Sementara kesehatan tetap harus dijaga setiap hari, tidak bisa menunggu asap reda,” ungkap Imran.

Saat orang tidak bisa keluar rumah karena terkendala oleh asap, maka akan menimbulkan masalah bagi pasien yang harus rutin meminum obat harian.  “Saat kejadian memang kita ada yang mobile, tapi tidak banyak. Contohnya, seperti penderita TBC yang harus rutin meminum obat dan tidak boleh terputus. Ternyata pada saat harus mengambil obat, terhalang asap. Jadi masalah. Atau kasus penderita HIV, juga bisa mengalami masalah,” urainya.

Masalah ketiga pada kesehatan yaitu, yang diakibatkan oleh bencana alam, misalnya banjir dan tanah longsor. “Menurut data, ada 1.421 bencana yang terjadi selama 2019. Yang mengakibatkan 2.431.074 jiwa terdampak, 367 orang meninggal dunia, 478 orang luka berat atau rawat inap, 1.223.952 orang mengalami luka ringan atau rawat jalan dan pengungsi sebanyak 135.638 jiwa,” rinci Imran.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan selama 2019 sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulanginya. “Kemenkes melakukan mobilisasi tim RHA dan EMT serta logistik kesehatan, fasilitasi dan pendampingan daerah dalam pembentukan sistem klaster kesehatan dan pelayanan kesehatan,” urainya.

Termasuk upaya kesehatan lingkungan, gizi, surveilans, pencegahan dan pengendalian penyakit, kesehatan jiwa serta kesehatan reproduksi. “Setelah itu, Kemenkes juga melakukan promosi kesehatan melalui berbagai media dan melakukan Post Disaster Need Asessment,” pungkasnya.

Lihat juga...