Tim Gabungan Periksa Kelaikan Angkutan Nataru di Bakauheni

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Personel gabungan dari  Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Polres dan Jasa Raharja, menggelar pemeriksaan kelaikan angkutan Natal dan Tahun Baru 2020, serta pemeriksaan kesehatan para pengemudi, di Pelabuhan Bakauheni.

Mukhtar, Kepala Bidang Perhubungan Darat,Dinas Perhubungan Lamsel, menyebut pemeriksaan rem (ramcheck) dilakukan untuk kelancaran dan keamanan dalam berlalu lintas saat angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020.

Menurutnya, pemeriksaan fisik dan kelengkapan surat dilakukan pada puluhan kendaraan yang ada di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, dan sebagian di terminal Rajabasa. Dari sekitar 3 kendaraan bus, satu di antaranya laik jalan dan dari 3 travel ditemukan 1 kendaraan tidak laik jalan.

Mukhtar, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, usai pemeriksaan kesehatan pengemudi dan kelaikan angkutan Nataru di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (20/12/2019). -Foto: Henk Widi

Mukhtar mengatakan, Bbagi kendaraan yang tidak laik masih diberi kesempatan untuk kelengkapan surat dan kelaikan kendaraan. Pemeriksaan bus, travel dilakukan secara teknis maupun administrasi, agar kendaraan bisa memenuhi persyaratan sehingga bisa melayani arus mudik dengan prima. Pemeriksaan meliputi STNK dan KIR. Selain itu, lampu sein, rem, ban dan peralatan keselamatan lainnya.

“Kami masih memberi waktu bagi kendaraan yang belum lengkap, agar bisa melengkapi persyaratan, sehingga laik untuk digunakan saat angkutan libur Nataru tahun ini,” ungkap Mukhtar, di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, Jumat (20/12/2019).

Mukhtar mengatakan, kondisi kendaraan yang prima akan menjamin keselamatan pemudik libur Nataru. Setiap kendaraan yang telah diperiksa akan melayani trayek Bakauheni-Terminal Rajabasa. Selain pemeriksaan fisik kendaaran, sejumlah pengemudi juga diperiksa kesehatannya oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polres Lamsel.

Pemeriksaan pengemudi di antaranya pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan sejumlah keluhan penyakit yang dialami para sopir. Sejumlah pengemudi atau sopir juga diedukasi untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup. Dan diingatkan untuk beristirahat setiap empat jam, agar terjaga kondisi kesehatan selama angkutan Nataru.

“Bagi yang mengalami keluhan penyakit, kami beri obat dan saran untuk memperbanyak minum air putih,” ungkap Mukhtar.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Khusus Organda, Ivan Rizal, mengatakan, pemeriksaan itu sangat penting. Ia menyebut, armada dipastikan cukup untuk angkutan Nataru tahun ini. Sesuai data, sebanyak 200 travel, 100 angkutan perkotaan (angkot), 80 bus telah disediakan melayani penumpang di dermaga reguler.

Selain di dermaga reguler, DPC Organda khusus Bakauheni juga menyediakan sejumlah bus khusus.

Bus tersebut disiapkan bagi penumpang yang akan menuju ke terminal Rajabasa via Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Bus yang disiagakan sebanyak 14 unit dari PO Puspa Jaya. Sebagai cadangan, disiapkan 8 bus DAMRI, 10 bus Puspa Jaya dan 5 bus Rajabasa Utama.

“Penyediaan bus menyesuaikan kebutuhan saat penumpang turun dari kapal, jika melonjak akan ditambah mencegah penumpukan di pelabuhan Bakauheni,” beber Ivan Rizal.

Ivan Rizal menyebut, penumpang pejalan kaki asal pulau Jawa yang turun di Sumatra bisa naik bus via tol. Pilihan tersebut memudahkan penumpang yang akan pulang ke wilayah Lampung Tengah, Lampung Utara.  Menurutnya, kendaraan bus asal pelabuhan eksekutif bisa melayani penumpang sesuai jadwal kedatangan kapal.

Kapal eksekutif dengan jadwal perjalanan satu jam akan disiapkan bus khusus melewati jalan tol. Pilihan bus reguler juga telah disediakan sesuai tujuan penumpang.

Penumpang yang akan memilih kendaraan reguler berupa travel, bus, angkot dan ojek akan diantar oleh bus penjemput (shuttle bus).

Lihat juga...