Topan Phanfone Kacaukan Momen Natal di Filipina

Penduduk berdiri di antara rumah mereka yang hancur setelah Topan Kammuri terjadi di Provinsi Sorsogon, Filipina, Selasa (3/12/2019), dalam foto yang didapatkan dari media sosial – Foto Ant

MANILA – Momen perayaan Natal berubah kacau di wilayah pusat Filipina, akibat terjangan badai topan Phanfone. Badai melanda disertai angin kencang dan hujan deras.

Badai merusak rumah, memutus aliran listrik, serta membuat para pelancong terlantar. Topan Phanfone, yang termasuk dalam kategori dua menurut Tropical Storm Risk bisa meniup angin berkecepatan 120 kilometer per-jam dengan hembusan mencapai 150 kilometer per-jam. Badai memicu terjadinya longsor di provinsi Samar di bagian Timur pada Selasa (24/12/2019). “Lebih dari 4.000 orang telah dievakuasi dari wilayah Visayas Timur, Filipina pusat,” tandas pihak berwenang setempat.

Gambar yang diunggah oleh Paul Cinco, seorang warga Tanauan, Provinsi Leyte menunjukkan, sapuan angin yang amat kuat serta kerusakan yang diciptakan dalam semalam. “Akibat yang ditimbulkan tentu saja membuat kami amat bersedih karena ini hari Natal namun tidak terasa seperti Natal. Walaupun begitu, kami bersyukur bisa selamat. Tidak ada kerusakan parah yang dilaporkan,” kata pejabat berwenang setempat.

Lebih dari 20.000 penumpang dan 157 kapal juga terlantar di dermaga pada Rabu (25/12/2019), dan setidaknya ada 60 penerbangan domestik telah dibatalkan. Laporan media lokal menyebut, 100 rumah di jalur badai topan tersebut rusak dalam semalam.

Rata-rata 20 fenomena topan terjadi di Filipina setiap tahun, disertai dengan badai mengerikan pada beberapa tahun belakangan. Sebagai kilas balik, dari 6.000 orang tewas dan 200.000 rumah rusak akibat topan Haiyan, badai topan terbesar yang menyebabkan tanah longsor di Filipina yang terjadi enam tahun lalu. Diharapkan Phanfone, yang bertambah kuat dan melalui wilayah pusat, bisa meninggalkan Filipina pada Kamis (26/12/2019) esok. (Ant)

Lihat juga...