Umat Katolik di Lamsel Rayakan Minggu Adven Sambut Natal

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Umat Katolik di seluruh dunia merayakan minggu adven ke tiga dalam rangkaian empat pekan menyambut hari Raya Natal, termasuk umat yang ada di Lampung Selatan.

Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr., dalam homili pada Ekaristi di Gereja Santo Petrus dan Paulus stasi Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel), menyebut minggu Gaudate menjadi waktu untuk bersukacita.

Menurutnya, melalui bacaan Injil serta kisah para rasul, Gereja Katolik merayakan tradisi Minggu Gaudate dengan warna liturgi pink. Simbol tersebut ditandai dengan menyalanya lilin ke tiga berwarna pink, meski masa Adven didominasi warna ungu.

“Warna ungu pada masa Adven yang berasal dari kata Adventus atau penantian menjadi masa keprihatinan, mati raga dengan berpuasa,” kata Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr., dalam homilinya di hadapan ratusan umat Katolik Stasi Pasuruan, Minggu (15/12/2019).

Memasuki masa adven ke tiga, sesuai dengan antifon pembukaan Bersukacitalah Sebab Tuhan Sudah Dekat, seruan tersebut mengajak umat untuk mengingat masa adven akan berakhir untuk pesta kedatangan Yesus pada hari raya Natal. Warna pink pada lilin menjadi simbol sukacita bagi umat dengan segala persiapan menghadapi Natal.

“Meski pada kehidupan sehari-hari dalam keprihatinan, umat Katolik diajak untuk bersabar, tekun mempersiapkan diri dalam segala kesulitan dan tantangan zaman,” katanya.

Minggu gaudate dengan simbol lilin warna pink atau merah muda dalam lingkaran adven, menjadi pengingat. Bagi umat, ungkapan kegembiraan dilambangkan dengan warna merah yang memiliki makna penderitaan tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan bagi umat Kristiani.

Kehadiran sang Imanuel yang menjadi sukacita bagi umat Kristiani terlihat dalam rangkaian masa adven. Tradisi menyambut sang juru selamat yang diwartakan oleh para nabi menjadi sukacita. Sebab, semangat masa Adven merupakan simbol penyerahan Yesus Kristus yang hadir di dunia menjadi manusia.

“Kemuliaan Allah yang rela hadir di tengah manusia menjadi sumber sukacita dalam minggu Gaudate,” ujar Pastor Hariyanto Silaban.

Merujuk pada bacaan kitab perjanjian lama, pastor Hariyanto Silaban, Pr mengajak umat untuk berjaga-jaga seperti Nabi Yesaya. Pada masa penantian dan berjaga, Yesaya mengajak umat Israel menantikan Mesias. Sebab, Sang Mesias akan membawa damai dan sukacita sejati. Pada kisah Injil Matius, kehadiran Yohanes Pembaptis telah diberi tanda kehadiran Mesias.

Seperti kisah perjanjian lama yang menyimbolkan gaudate atau sukacita, Matius mengajak orang tidak ragu akan kehadiran Mesias. Mesias yang diperlihatkan kepada Yohanes Pembaptis ditandai dengan kehadiran yang jelas di antaranya orang buta melihat, orang kusta disembuhkan, orang mati dihidupkan dan kabar baik bagi orang miskin.

Makna Minggu Gaudate dengan lilin merah muda yang menyala menjadi masa sepekan sebelum Natal. Pastor Bernardus Hariyanto Silaban mengajak umat Katolik tidak hanya terpaku pada tanda lahiriah. Sebab, selama ini masa Natal umat disibukkan dengan persiapan untuk perayaan lahir. Padahal, makna yang lebih dalam adalah menyambut sang Imanuel dalam hati setiap umat Kristiani.

“Minggu gaudate menjadi masa berjaga dan bersukacita, agar bisa menjadi pembuka pintu bagi sang Juru Selamat,” beber Pastor Bernardus Hariyanto Silaban.

Tradisi persiapan pada Minggu Gaudate umat Katolik diajak mempersiapkan Natal dalam tataran rohani. Sebagai bentuk sukacita, umat Katolik telah diberi kesempatan menerima sakramen pertobatan dan bisa menerima sakramen Ekaristi pada masa adven.

Usai minggu Gaudate, umat diajak menjalani satu pekan masa adven sebelum Natal dirayakan pada 25 Desember, mendatang.

Lihat juga...