UMP Fasilitasi Pameran dan Melukis Anak Disabilitas

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) memadati halaman taman hijau kantor pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Mereka terlihat sangat menikmati kegiatan melukis di atas kanvas menggunakan cat air. Ada yang melukis sendiri, ada juga yang dibantu oleh beberapa relawan.

Ketua pelaksana kegiatan, Demas Ade Wijaksono saat ditemui di sela-sela kegiatan melukis bersama ABK di taman hijau kantor pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (7/12/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

Ketua pelaksana kegiatan, Demas Ade Wijaksono mengatakan, tujuan dari kegiatan melukis bersama ABK ini adalah untuk memberikan ruang kepada para ABK supaya bisa mengekspresikan bakat yang dimilikinya. Selain itu, juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, guru serta orang tua, bahwa ABK juga mempunyai potensi masing-masing, yang jika digali dan diberi fasilitas, mereka bisa mengembangkan potensi tersebut.

“Para ABK juga mempunyai kelebihan masing-masing dan hari ini kita memfasilitasi untuk mereka yang mempunyai minat dan bakat di bidang melukis,” kata Demas, di sela-sela kegiatan melukis bersama ABK di UMP, Sabtu (7/12/2019).

Penyelenggara kegiatan yaitu komunitas Guru Seneng Sinau bersama UMP, mengundang beberapa sekolah inklusi di Kabupaten Banyumas untuk mengirimkan siswanya yang hobi melukis. Selain melukis bersama, UMP juga membuka ruang pameran lukisan hasil karya ABK di Gedung Rektorat. Ada 45 karya lukisan ABK yang dipajang di ruang lobi Gedung Rektorat UMP.

Salah satu guru dari SMP Permata Hati, Joharudin Bahar mengatakan, ia membawa 7 siswa untuk mengikuti kegiatan melukis bersama ABK tersebut. Menurutnya, kegiatan untuk ABK ini sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi bakat mereka. Sebab, saat masuk sekolah, seringkali bakat ABK belum diketahui dan pihak orang tua juga banyak yang belum mengetahui.

“Ada salah satu siswa yang kita ajak, Dika Rifaldi, kelas 7, ia pandai melukis, tetapi harus diberi contoh lukisan, jadi duplikasi. Sebab Dika ini slow leaner , ada juga siswa kami Bening, ia pintar mewarnai dan ia tuna rungu serta tuna wicara. Ajang seperti sangat bermanfaat bagi mereka, sehingga kita dari sekolah inklusi berharap lebih sering lagi digelar ajang yang memberi ruang untuk para ABK,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho mengatakan, kegiatan melukis bersama ABK merupakan rangkaian dari hari relawan dan disabilitas. UMP memberikan support penuh untuk kegiatan tersebut, sebab menurutnya, ABK juga merupakan anak-anak aset bangsa yang harus mendapat porsi perhatian sama.

 “Mereka ini juga anak-anak bangsa yang suatu saat ini, jika diberi kesempatan akan mampu membawa manfaat bagi negeri ini, sehingga UMP juga peduli dengan ABK,” pungkasnya.

Lihat juga...