Wagub Jatim: Telur yang Dijual di Pasaran Jelas Asal Usulnya

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Terkait ditemukannya telur ayam kampung yang terkontaminasi bahan kimia beracun dioksin di daerah Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Wakil Gubernur Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap mengonsumsi telur seperti biasa.

“Masyarakat saya rasa tidak perlu khawatir karena kita tahu, telur yang dijual di pasar, supermarket itu sudah jelas asal usul telurnya. Para peternak juga tenang saja karena kami tahu hasil 8,2 miliar butir telur menurut data yang ada itu semua dikelola dengan baik,” ucapnya usai menjadi narasumber Sosialisasi Milenial Job Center di kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Senin (2/12/2019).

Menurut Emil, dari hasil riset yang dilakukan International Pollutanst Elimation Network (IPEN), tujuan sebenarnya bukan untuk mengatakan telur di Jawa timur itu berbahaya. Tetapi mereka ingin mengingatkan agar sampah plastik jangan sampai dibiarkan begitu saja agar tidak mencemari lingkungan.

“Kemarin itu kebetulan waktu dilakukan riset mungkin ada ayam di sana yang bertelur, tapi bukan ayam peternakan. Karena memang sebenarnya sentra telurnya bukan di situ,” terangnya.

Karena memang dari gerakan lingkungan tersebut hanya ingin mengingatkan agar sampah plastik jangan dibiarkan.

Kepala BPS kota Malang, Drs. Sunaryo,M. Si, saat menyampaikan rilis inflasi bulan November di kantor BPS, kota Malang, Senin (2/12/2019). -Foto: Agus Nurchaliq

Lebih lanjut disampaikan Emil, Bupati Sidoarjo juga sudah melakukan langkah cepat untuk menggantikan sampah plastik dengan kayu bakar sebagai bahan bakar pabrik tahu yang ada di Tropodo. Karena memang selama ini sampah plastik dimanfaatkan pengusaha tahu di Desa Tropodo sebagai bahan bakar.

“Sementara menggunakan kayu bakar dulu sambil kedepannya kita cari substitusi energi yang lebih bersih,” tuturnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kota Malang, Drs. Sunaryo, M. Si menyebutkan adanya isu telur yang terpapar dioksin tidak berdampak signifikan pada harga telur maupun perminta masyarakat.

“Bahkan telur ayam menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi bulan November di kota Malang,” jelasnya saat menyampaikan rilis inflasi di kantor BPS, Kota Malang, Senin (2/12/2019).

Telur ayam ras pada bulan November justru mengalami kenaikan harga sebesar 3,86 persen.

Lihat juga...