Wagub Sumsel Minta BPOM Rutin Awasi Jajanan Sekolah

Selain membawa bekal makanan murid juga membawa botol minuman dari rumah. Foto: Henk Widi

PALEMBANG — Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya minta jajananan di sekolah-sekolah untuk diawasi secara rutin agar siswa dan siswi terhindar mengkonsumsi makanan bercampur zat berbahaya.

Jajanan sekolah sekolah rawan tercampur zat berbahaya bagi kesehatan sehingga perlu terus diawasi, kata Wagub di Palembang, Kamis (19/12/2019).

Oleh karena itu BPOM untuk lebih proaktif mengawasi jajanan anak di sekolah karena dikhawatirkan bercampur zat membahayakan.

Apalagi semua bahan pangan termasuk makanan dan minuman yang dijual di sekitar sekolah harus bersih dari zat berbahaya seperti pewarna sehingga memiliki nilai gizi.

Sehubungan itu jajanan yang dijual di sekolah-sekolah harus rutin diawasi terutama BPOM dan Dinas Kesehatan.

Dia mengatakan, pangan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dan berperan penting dalam pemenuhan gizi serta peningkatan kesehatan masyarakat termasuk Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Dengan demikian, lanjut dia, PJAS harus memenuhi persyaratan keamanan pangan untuk dikomsumsi sehingga sumber daya manusia di masa mendatang semakin berkualitas.

Oleh karena itu pihak sekolah yang ada di Palembang dan kabupaten serta kota lainnya untuk menggandeng BPOM guna memeriksa layak atau tidaknya jajanan di sekolah untuk dikonsumsi anak-anak.

Apalagi BPOM sudah menyiapkan mobil laboratorium untuk memeriksa bahan makanan yang dijual tersebut apakah mengandung zat kurang baik.

Wagub juga mengharapkan BPOM harus lebih proaktif dalam mengawasi jajanan di sekolah sehingga anak anak terhindar mengkonsumsi makanan kurang sehat.

Pemerintah Provinsi sangat mendukung dalam pengawasan makanan dan minuman termasuk adanya sosialisasi keamanan PJAS yang dilaksanakan BPOM, tambah dia. [Ant]

Lihat juga...