Wali Kota: Bekasi Damai Karena Adanya Pancasila

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BEKASI — Wali Kota Rahmat Effendi menyebutkan, di tengah kemajemukan, mulai dari bahasa dan budaya serta agama, warga Bekasi tetap bisa hidup damai berdampingan. Hal tersebut tidak terlepas dari keberadaan Pancasila yang masih dipegang teguh oleh masyarakat.

“Wajib bersyukur, di Kota yang beragam dan heterogen, Kita kukuh bersatu padu karena kita punya Pancasila. Saya juga selalu menegaskan bahwa Pancasila sebagai bingkai dalam mempersatukan dan melandasi langkah-langkah kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas Rahmat dalam peringatan Bela Negara di halaman Plaza Pemkot Bekasi, jalan A. Yani, Kamis (26/12/2019).

Disebutkan, meski kemajemukan tersebut pada akhirnya menimbulkan banyak perbedaan, namun, hingga kini, Kota Bekasi masih tetap berdiri dan utuh di tengah segala perbedaan yang ada itu.

Ia juga mengingatkan agar semua masyarakat dapat menghargai dari jasa-jasa pahlawan dan pendiri bangsa.

“Tegaknya Pancasila dan kukuhnya bangsa ini tentu tak lepas dari perjuangan para pahlawan dan tokoh-tokoh pendiri bangsa,” tambahnya.

Ditambahkan, kukuhnya negara bukan berarti tidak ada ancaman. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, semua pihak dituntut untuk lebih waspada terhadap nilai-nilai asing yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

“Mari kita jaga persatuan dan kita rajut bersama kerukunan di kota kita agar proses pembangunan dan torehan prestasi bisa terus kita capai,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Sentra komunikasi (Senkom) Mitra Polri, Kota Bekasi, Suyono, menegaskan, bela negara tidak hanya menjadi tugas militer, melainkan seluruh komponen bangsa dalam hal ini warga sipil.

“Bela Negara bukan hanya tugas aparatur negara terutama TNI-Polri tapi juga sebagai masyarakat sipil,”ujar Suyono.

Dikatakan Senkom selama ini konsen, memiliki beberapa divisi dalam hal bela negara seperti kerjasama BPBD dan lainnya dalam membantu masyarakat. Melalui tiga kluster seperti Kamtibmas dan divisi khusus bela negara.

Menurutnya, fungsi bela negara sudah bergeser tidak lagi perang seperti mengangkat bambu runcing tetapi lebih kepada nontradisional, seperti terorisme, narkoba, penyelundupan, lalu illegal logging, dan pencurian ikan. Semua adalah ancaman-ancaman.

Senkom salah satu organisasi di Kota Bekasi yang ikut dalam upacara pembacaan Ikrar Bela Negara dalam rangka Peringatan Hari Bela Negara Ke-71 Tahun 2019 Tingkat Kota Bekasi, Kamis (26/12/2019).

Terlihat keberagaman dalam upacara peringatan Bela negara ke 71 peserta upacara mengenakan pakaian adat beberapa daerah. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Hadir, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Sekretaris Daerah, Reny Hendrawaty, Wakapolres Metro Bekasi Kota, Perwakilan Kodim 0507 dan kejaksaan Negeri Kota Bekasi, serta para unsur Organisasi Masyarakat ikut partisipasi akan acara tersebut.

Lihat juga...