Wali Kota Surabaya Ingatkan Warga Saling Gotong Royong

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengingatkan warga Kota Pahlawan untuk saling peduli dan gotong royong.

“Bapak ibu zaman dahulu sebelum adanya teknologi TV dan CCTV, warga menggunakan kentongan sebagai alat komunikasi antartetangga. Kentongan itu dibunyikan terutama saat ada bencana,” kata Wali Kota Risma mengawali sambutannya di acara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI, Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG – PKK) dan peringatan Hari Ibu ke-91 tingkat Kota Surabaya di Lapangan Kalibokor, Surabaya, Kamis (26/12/2019).

Acara tersebut dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, serta 1.800 perserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD ) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, camat, lurah, RT-RW, para kader serta masyarakat umum.

Wali Kota Risma mengigatkan kepada semua warganya agar senantiasa peduli dan bergotong royong antarmasyarakat satu dengan yang lain, khususnya dengan tetangga dekat, agar saling peduli dan mengingatkan.

Namun demikian, kata dia, keterbatasan komunikasi saat itu tidak lantas membuat warga diam begitu saja. Mereka bersama-sama dengan guyup rukun, saling gotong-royong. Karena itulah kemudian Wali Kota Risma mengajak di era keterbukaan informasi ini, masyarakat diminta untuk lebih erat dan saling memperkuat gotong royong.

“Saat ini yang ingin saya sampaikan betapa pentingnya kebersamaan itu. Jangan dipisahkan meskipun kita berbeda suku atau agama. Jangan sampai kita pecah karena itu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini meminta kepada para camat, lurah, RT–RW untuk lebih memperhatikan warganya. Wali Kota Risma ingin agar jangan sampai ada kejadian warga yang sudah tua (lansia) dan tinggal sebatang kara.

“Tolong cari jika ada warga kita yang seperti itu, jangan sampai ada lagi. Bayangkan jika itu terjadi pada kita. Ayo harus saling peduli,” katanya.

Lihat juga...