Wanita Pesisir Lamsel Manfaatkan Ikan Sortiran untuk Tambah Penghasilan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah wanita nelayan di pesisir Timur Lampung Selatan (Lamsel) memanfaatkan hasil tangkapan menjadi produk perikanan. Jenis hasil olahan yang diproduksi meliputi teri tawar, ikan kering tawar, terasi hingga tepung ikan.

Asnawati, wanita nelayan di Dusun Kuala Jaya Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi menyebutkan, pengolahan produk perikanan bernilai jual tinggi juga didukung dengan cuaca yang cerah, sehingga mempermudah proses pengeringan.

“Saat musim kemarau peluang pemanfaatan hasil tangkapan ikan laut meningkat karena pengawetan dengan pengeringan lebih cepat, kualitas juga cukup baik,” ungkap Asnawati saat ditemui Cendana News, Senin (2/12/2019)

Pada kondisi sinar matahari sempurna dalam waktu lima bulan terakhir memberi dampak positif bagi wanita nelayan. Sebab saat tangkapan ikan pagi bisa langsung dijemur dan dalam waktu sehari bisa disortir.

“Jenis teri nasi, jengki, udang rebon butuh waktu sehari untuk dikeringkan. Selanjutnya ikan asin yang lebih besar akan dikeringkan maksimal selama dua hari,” beber Asnawati.

Disebutkan juga, pemanfaatan tidak hanya berasal dari yang bagus, semua hasil tangkapan memiliki nilai ekonomi. Bersama sejumlah anggota Poklahsar bahkan ia kerap mengumpulkan sortiran yang sebagian dikenal dengan ikan sampah.

“Produk ikan sampah yang dijual seharga Rp500 per kilogram menjadi bahan baku tepung. Sebagian yang masih berkualitas baik menjadi bahan teri,” tambahnya..

Suminah, wanita nelayan lainnya menyebut sortiran ikan yang tidak terpakai bisa menjadi tambahan pembuatan tepung dan kerupuk. Hasil sortiran dalam kondisi segar bahkan bisa langsung digunakan.

“Memanfaatkan bahan tepung aci dan rebon, ikan teri sortiran semua digiling lalu dicetak menjadi terasi,” ungkap Suminah.

Suminah menyebut pengolahan rebon, teri menjadi terasi merupakan produk turunan. Sebab yang berkualitas bisa dijual dengan harga tinggi, yakni per kilogram dijual seharga Rp65.000 per kilogram.

“Dengan perbandingan, bahan basah rata rata ikan teri dibeli seharga Rp18.000. Jenis ikan asin dijual seharga Rp30.000 per kilogram, udang rebon Rp50.000 per kilogram,” sebutnya.

Sobri, pemilik usaha pengawetan dengan pengeringan di Muara Piluk Bakauheni menyebut hasil tangkapan nelayan bisa dimanfaatkan. Kreatifitas dari wanita nelayan dalam Poklahsar akan memberi tambahan penghasilan.

Selama ini sebagian yang disortir hanya dibuang padahal bisa dijadikan produk turunan. Pengolahan menjadi terasi kerupuk ikan dan pakan udang setelah dijadikan tepung bisa menjadi sumber penghasilan.

“Bahan baku selalu tersedia sehingga produk tangkapan nelayan tidak hanya teri dan ikan asin melainkan produk lain,” beber Sobri.

Lihat juga...