Warga Bali Peringati Hari Suci Saraswati

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Masyarakat Hindu di Bali tengah merayakan hari raya suci Saraswati, yang dimaknai sebagai peringatan hari turunnya ilmu pengetahuan, yang jatuh setiap enam bulan sekali pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (7/12/2019).

Pada peringatan Hari Suci Saraswati ini, seluruh masyarakat melakukan serangkaian upacara, dan tidak kecuali Organisasi Perangkat Daerah Kota Denpasar. Bersama komponen masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar. Persembahyangan bersama kali ini dipuput atau dipimpin Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga Griya Telaga Tegal Denpasar.

Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga Griya Telaga menjelaskan, persembayangan di Pura Agung Jagatnatha pada hari Saraswati, sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Hyang Aji Dewi Saraswati, karena telah memberikan dan menurunkan ilmu pengetahuan bagi umat manusia.

“Dengan momentum Hari Saraswati, kami berharap masyarakat dapat mengisi kualitas diri dengan ilmu pengetahuan, sehingga masyarakat Kota Denpasar makin berkualitas dan mampu bersaing di globalisasi ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh komponen masyarakat secara rutin melaksanakan upacara hari raya Saraswati. Hal ini juga sesuai visi misi Pemerintah Kota Denpasar, yakni Kota berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

Tidak hanya itu, Jaya Negara mengatakan di hari Raya Saraswati ini hal yang paling penting dan harus dipetik hikmah adalah tidak sekadar memperingati hari turunnya ilmu pegetahuan, tetapi harus mampu menginstropeksi diri seberapa banyak kita telah menggunakan atau memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk peningkatan kualitas spiritual diri sendiri, maupun untuk kesejahteraan orang lain.

“Perayaan Hari Raya Suci Saraswati juga harus mampu meningkatkan kesadaran bagi umat se-Dharma, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki,” ujarnya, saat ditemui di Pura Agung Jagatnatha Sabtu, (7/12/2019).

Selain itu, Jaya Negara juga mengingatkan kepada seluruh pemedek yang hendak bersembahyang, agar bersama-sama menjaga kebersihan dan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai agar kebersihan dan kesucian Pura terus terjaga.

Sebelum melaksanakan prosesi persembahyangan, terlebih dahulu dilakukan ngelis atau penyucian di areal pura, baru kemudian dilakukan Puja Tri Sandya serta diakhiri dengan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini sangat khusyuk diiringi dengan tetabuhan, tarian serta kekidungan.

Lihat juga...