Warga di Lamsel Terbantukan Kiriman Air Bersih

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kesulitan air bersih selama hampir tujuh bulan di tahun 2019 masih dialami warga Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel). Arta, kepala dusun setempat menyebut, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir ke wilayah Dusun Pematang Macan, Dusun Kayu Tabu. Bantuan rutin air bersih ini berasal dari komunitas pegiat literasi.

Bantuan air bersih menurut Arta diberikan kepada warga rata-rata 5.000 liter. Air bersih yang digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus dan memasak bisa dimanfaatkan untuk dua hari. Sebagai kelanjutan bantuan bagi warga, relawan literasi menurut Arta meminjamkan satu unit mobil untuk distribusi air bersih. Lokasi pengambilan air bersih berada di Dusun Serungkuk berjarak sekitar 3 kilometer.

Bantuan air bersih untuk kebutuhan sementara selama kemarau diakuinya sangat membantu. Sejak awal Juni silam air bersih yang didistribusikan ikut membantu warga yang kesulitan air bersih. Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) disebutnya mendapat jatah air bersih secara bergilir. Warga akan membawa ember, jerigen pada satu titik pengiriman untuk mendapat jatah air bersih.

“Warga yang memiliki sumur gali selama kemarau tidak bisa mendapatkan air bersih sehingga mencari ke tempat lain, beruntung ada relawan literasi serta pihak terkait yang peduli untuk kebutuhan sementara dan jangka panjang,” ungkap Arta saat ditemui Cendana News dalam pendistribusian air bersih di dusunnya, Senin (9/12/2019).

Arta,Kepala Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni memperlihatkan bak penampungan air hujan yang akan dimanfaatkan melalui proses filterisasi bagi kebutuhan warga selama musim penghujan dan kemarau, Senin (7/12/2019). -Foto: Henk Widi

Bantuan air bersih bersifat sementara selama kemarau disebut Arta ikut meringankan beban warga. Sebab warga sebelumnya harus membeli air bersih sebanyak 3 jerigen seharga Rp10.000. Dalam sebulan kebutuhan sebanyak 15 jeriken warga mengeluarkan Rp150.000 hanya untuk air bersih. Selain dari relawan literasi bantuan sebelumnya berasal dari kabupaten Lamsel dengan mobil tangki kapasitas 5.000 liter.

Pemberian bantuan berupa fasilitas sumur bor dari Pemkab Lamsel disebut Arta pernah dilakukan pada awal tahun. Namun akibat kontur tanah perbukitan didominasi bebatuan keras mengakibatkan sumur bor gagal mendapatkan sumber air bersih. Bantuan melalui relawan literasi berlanjut dengan adanya pengeboran sumur baru.

Pengeboran sumur baru yang akan dimulai pada Senin (7/12/2019) menurutnya melalui survei ke sejumlah titik. Memanfaatkan tekhnik geolistrik yang dilakukan untuk mencari sumber air oleh mahasiswa Institut Tekhnologi Bandung (ITB) satu titik dipastikan bisa menjadi sumber sumur bor. Proses pengeboran menurutnya merupakan bantuan dari Water ID Foundation. Sumur bor diharapkan bisa diperoleh agar kemarau tahun depan warga tidak kesulitan air bersih.

“Bantuan berasal dari semua pihak sangat kami apresiasi karena jika membuat sendiri biaya sumur bor sangat mahal,” papar Arta.

Selain bantuan sumur bor, Dusun Kayu Tabu juga mempersiapkan proses pembuatan tabungan air hujan. Tabungan air hujan merupakan bak penampung sebagai air baku saat penghujan tiba. Bak penampungan air dibuat secara gotong royong dengan ukuran 7 meter x 4 meter berkedalaman 2,5 meter. Bak yang dibuat dengan sistem beton akan dilengkapi filter untuk penjernihan air.

Sekat sekat untuk filter air hujan diantaranya batu granit,pecahan batu bata,arang kayu,ijuk,pasir, cetakan bata baru dan batu apung. Fasilitas tabungan air hujan tersebut menjadi solusi untuk berjaga saat penghujan dengan menyimpan air bersih. Jika fasilitas sumur bor dan bak penampung air hujan bisa difungsikan ratusan warga dipastikan tidak akan mengalami kesulitan air bersih.

“Berbagai upaya sementara hingga berkelanjutan telah dilakukan agar warga bisa mengakses air bersih,” tegas Arta.

Para pekerja pembuatan sumur bor melakukan penyiapan alat untuk pembuatan fasilitas sumur bor bantuan dari Water ID Foundation di Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, Senin (7/12/2019). -Foto: Henk Widi

Budi, salah satu warga Dusun Kayu Tabu mengaku sudah 7 bulan rutin menerima bantuan air bersih. Meski dijadwal namun ia menyebut kebutuhan air bisa terpenuhi. Selain mendapat bantuan ia kerap mengambil air bersih dari dusun lain menggunakan jeriken. Kebutuhan air bersih rata rata 100 liter digunakan hanya untuk memasak, cuci dan kakus.

“Air untuk mandi saya peroleh dari meminta ke sumur warga tetangga dusun,untuk minum membeli air galon,” ungkap Budi.

Budi juga bersyukur bantuan jangka panjang dalam bentuk sumur bor dan bak penampung air hujan segera dibangun. Fasilitas yang akan dibangun menjadi sarana untuk mendapatkan air bersih ketika musim kemarau dan penghujan. Meski sebagian warga memiliki sumur gali saat kemarau air tidak bisa diperoleh. Saat penghujan air yang dihasilkan berwarna putih kecoklatan sehingga harus diendapkan.

Radmiadi dan Bripka Agung Gde, pegiat literasi Perahu Pustaka dan Jangkar Pustaka menyebut bantuan air bersih berjalan 7 bulan. Kepedulian komunitas literasi menjadi bagian upaya meringankan beban warga. Radmadi menyebut 244.000 liter air bersih telah didistribusikan ke Dusun Kayu Tabu dan Dusun Pematang Macan.

“Bantuan air bersih akan terus kami berikan selama penghujan belum tiba dan sumur bor serta bak penampung hujan belum berfungsi,” ungkap Radmiadi.

Ia menyebut komunitas literasi juga menggandeng Water ID Foundation yang peduli pada akses air bersih. Setelah melakukan bantuan kepada wilayah terdampak tsunami di pesisir Rajabasa pada 22 Desember 2018 silam,bantuan sumur bor juga diberikan bagi warga Dusun Kayu Tabu.

Melalui sumur bor diharapkan kebutuhan air bersih bisa terpenuhi. Tekhnik Geolistrik oleh ITB disebutnya menjadi cara tepat mendapatkan sumber air bersih bagi warga di perbukitan tersebut.

Lihat juga...