Warga Mandas Sumba Timur Masih Kesulitan Akses Informasi

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

WAINGAPU — Pulau Sumba merupakan pulau yang berbukit-bukit dan dipenuhi padang savana yang terdiri atas empat kabupaten yakni Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya yang semuanya memiliki kontur tanah dan alam yang sama.

Kalikit Lundu warga desa Manda saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/12/2019). Foto : Ebed de Rosary

Jarak antara kampung dan rumah di wilayah kecamatan Sumba Timur termasuk di desa-desa pun sangat jauh antara satu rumah dan rumah lainnya, meskipun berada dalam satu dusun, termasuk di desa Manda kecamatan Katala Hamu Lingu.

“Kalau ke kota Waingapu kami naik truk bayar Rp20 ribu. Biasanya kami beli perlengkapan kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Elsa Rambu Nau, warga desa Mandas kecamatan Katala Hamu Lingu kabupaten Sumba Timur provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/12/2019).

Hampir setiap rumah di desa Mandas, kata Elsa, tidak memiliki televisi karena tidak ada jaringan listrik masuk ke desa mereka. Apalagi kalau koran, hampir semua warga jarang sekali membaca  kecuali kalau ke kota Waingapu.

Ini yang membuat warga desa mereka sangat kekurangan informasi dan tidak mengetahui perkembangan yang terjadi di daerah, apalagi di level nasional dan kalau menonton televisi pun kadang harus ramai-ramai di rumah warga yang memiliki.

“Biasanya kami menonton televisi di rumah warga yang memiliki jaringan listrik menggunakan mesin generator,” ungkapnya.

Elsa mengakui, hampir semua warga di desa mereka meskipun minim informasi tetapi mengenyam pendidikan hingga tamat sekolah dasar, bahkan ada yang tamat kuliah dan hampir semua bisa membaca dan menulis menggunakan bahasa Indonesia.

“Hampir semuanya tamat sekolah dasar,” ujarnya.

Kalikit Lundu, mantan kepala desa Mandas mengaku, hingga 90-an dirinya masih mengunjungi kota Waingapu untuk berurusan di dinas dan berbagai pertemuan dengan menaiki kuda.

Hingga tahun tersebut, kata Kalikit, tidak ada angkutan yang masuk ke desa mereka bahkan kendaraan bermotor saja masih jarang karena hanya segelintir orang saja yang memilikinya.

“Kalau sekarang sudah lumayan, sebab sudah ada jalan meskipun hanya jalan tanah ke desa kami maupun desa tetangga dalam kecamatan ini. Angkutan ke desa juga sudah ada meskipun hanya beberapa kali dalam seminggu,” ungkapnya.

Kilikit berharap agar pihak pemerintah bisa membantu dengan membangun jaringan listrik hingga ke desa –desa, agar warga bisa menikmati listrik dari pemerintah.

Lihat juga...