Waste4Change Bekasi Kelola 15 Ton Sampah per Hari

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Tata kelola sampah menjadi bahan menarik bagi investasi. Kesempatan itu dimanfaatkan salah satu perusahaan sosial yang menyediakan layanan pengelolaan sampah  Waste4Change (W4C) yang saat ini memiliki kemampuan mengelola 15 ton sampah, baik organik dan anorganik.

W4C berlokasi di Rumah Pemilahan Material (RPM) atau proses pemilahan sampah di VIDA Bekasi, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

“Mengelola sampah di negara lain menjadi hal urgen, baik di Eropa atau Asia,” ujar Muhammad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change Bekasi, Rabu (18/12/2019).

Dikatakan, tata kelola sampah menjadi bahan menarik investasi bagi W4C. Saat ini terus dikembangkan dengan program Bekasi River Clean-up (BRIC), menggandeng institusi tertentu.

Muhammad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change Bekasi, dijumpai di lokasi rumah pemilahan sampah di kompleks Vida Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/12/2019). –Foto: M Amin

“Itu adalah sistem kolaborasi nyata antarinstitusi maupun instansi, baik pemerintah maupun swasta dalam menangani pengelolaan sampah di Kota Bekasi, khususnya di sungai Bekasi,” tegasnya.

Menurutnya, ada dua jenis sampah yang dipilah untuk dikelola secara profesional, seperti organik dan unorganik. Sampah organik akan dikelola melalui da model pertama menghasilkan kompos sedang keduanya melalui metode Black Soldier Fly (BSF) atau lalat hitam. Sementara untuk unorganik dipilah atau dicacah menggunakan mesin khsus untuk didaur ulang.

Saat ini, W4C bekerja sama dengan beberapa Bank Sampah yang dikelola masyarakat sekitar dengan sistem beli untuk kemudian dipilah. Hal tersebut tujuannya untuk mengurangi  beban TPA Sumur Batu yang terus menggunung.

“Kemampuan sekarang baru 15 ton per hari. Diharapkan ke depan bisa mencapai 2.000 ton per hari,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa W4C sudah bekerja sama dengan Pemkot Bekasi, agar pengelolaan sampah bisa berkesinambungan dan bertanggung jawab.

Dia berharap, kerja sama yang baru dilaksanakan bukan hanya pencitraan semata. Karena untuk Kota Bekasi, akan ada tiga perahu pengangkut sampah di sungai Bekasi yang akan diberikan dalam bentuk hibah. Tetapi, sebelumnya dilakukan uji coba terlebih dahulu. Setelah uji coba itu, desain perahu selanjutnya akan disesuaikan dengan pelajaran kapal pertama.

“Saat ini kapal pengangkut sampah di Kota Bekasi tinggal menunggu baterai. Kapal tersebut tidak menggunakan listrik dan BBM, melainkan menggunakan baterai, dilengkapi juga dengan pembuatan  terminal charger kapal di beberapa titik diperkirakan sampai Indonesia pada Februari 2020,” ungkapnya.

Lihat juga...