hut

Windy Patahkan Asumsi Atlet Angkat Besi Tak Boleh Langsing

Atlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah (tengah) menggigit medali pada upacara penganugerahan medali pertandingan Angkat Besi 49Kg Wanita SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19) – Foto Ant

MANILA – Senyum manis lifter Windy Cantika Aisah mengembang, setelah memastikan diri meraih medali emas kelas 49 kg pada SEA Games 2019, Senin (2/12/2019).

Apa yang diraih oleh atlet berusia 17 tahun tersebut memang membanggakan. Selain membawa emas, ia juga mampu menciptakan tiga rekor sekaligus, yaitu pada angkatan snatch 86 kg, clean and jerk 104 kg dan total angkatan 190 kg.

Tidak hanya itu, Windy Cantika ternyata tampil pada kejuaraan dua tahunan itu cukup modis. Jika tidak mengenakan pakaian untuk angkat besi, bisa dipastikan banyak orang mengira, jika dia adalah atlet cabang olahraga bukan mengangkat beban. “Aku tipis ya? Ini adalah berkah doa dari kedua orang tua sehingga saya bisa seperti saat ini,” kata Windy Cantika sambil tersenyum, usai pengalungan medali di RSMC Ninoy Aquino Stadium, Manila, Filipina.

Windy Cantika memang tidak seperti atlet angkat besi lainnya. Bahkan, dia selayaknya seorang atlet bola voli yang semampai alias langsing. Namun, jika ditanya soal kekuatan jelas nyata dan sudah dibuktikan dengan raihan emas SEA Games 2019. “Ya, tiap hari latihan seperti biasa. Sesuai dengan program dari pelatih,” tambah Windy.

Hasil terbaik di SEA Games 2019 ini akan dijadikan modal, untuk menghadapi lebih banyak kejuaraan termasuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Selain itu, emas yang diraih dipersembahkan kepada sang ayah yang saat ini sedang sakit. Windy Cantika merupakan anak pasangan Asep Hidayat dan mantan lifter nasional Siti Aisyah.

Bisa dipastikan gen juara memang mengalir pada gadis muda yang sudah beberapa kali mengharumkan nama bangsa itu. Kemampuan yang dimiliki Windy Cantika ini juga diakui oleh Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Besi Indonesia (PB PABBSI) sekaligus Manajer Pelatnas Angkat Besi, Sonny Kasiran.

Menurutnya, Windy adalah salah satu atlet istimewa. “Daya loncatnya tinggi seperti pemain voli. Dia lentur dan kuat. Saat ini masih remaja dan masanya masih panjang,” katanya di sela berlangsungnya kejuaraan di Manila. Meski demikian, pembinaan terhadap Windy harus dilakukan dengan baik, mengingat usianya masih muda. Rencananya tahun depan sistem pelatihan akan dimaksimalkan karena sudah memasuki usai 18 tahun. (Ant)

Lihat juga...