24 Tahun Damandiri, Terus Bertekad Entaskan Kemiskinan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) kini telah memasuki tahun ke 24. Di usia yang hampir menginjak seperempat abad itu, Damandiri terus bertekad menciptakan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat miskin pedesaan melalui sistem koperasi.

“Kita tentu bersyukur karena masih bisa eksis dan sudah cukup berhasil dalam mewujudkan cita-cita mengentaskan kemiskinan,” ujar Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, kepada Cendana News pada Rabu (15/1/2020) di Gedung Granadi, Jakarta.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, memimpin peringatan ulang tahun Yayasan Damandiri ke-24, pada Rabu (15/1/2020) di Gedung Granadi, Jakarta. Foto: Amar Faizal Haidar

Hingga saat ini, Damandiri telah menyalurkan modal usaha sebesar Rp50 miliar ke 15 koperasi desa, yang selanjutnya desa-desa tersebut digagas menjadi Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) yang tersebar di seluruh provinsi di Pulau Jawa.

“Mengapa desa? Karena desa merupakan kekuatan bangsa ini. Kita ingin masyarakat desa, khususnya mereka yang miskin dapat mencapai kelayakan ekonomi dengan cara mengajak mereka masuk menjadi bagian dari koperasi desa,” jelas Subiakto.

Lebih lanjut Subiakto mengungkapkan, bahwa bisnis yang dikembangkan oleh koperasi desa binaan Damandiri berbasis nilai sosial. Sehingga tujuan dari bisnis tersebut bukan keuntungan ekonomi semata, tapi lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Tentu harus tetap dijaga agar tidak rugi, sebab kalau rugi ya pasti mati. Jadi modal tetap diperhitungkan, tapi di saat bersamaan pemberdayaan masyarakat harus diutamakan agar semua bisa sejahtera,” paparnya.

Tercatat dari hampir 40.000 orang yang menerima bantuan permodalan, hanya 2 persen saja yang mengalami kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL).

“Ini yang menarik, 98 persen pengembalian mereka bagus. Ini adalah indikasi bahwa keluarga-keluarga miskin itu sudah mampu berusaha dan usahanya bagus, karena itu mereka bisa mengembalikan pinjaman. Dengan berjalannya usaha, pasti pendapatan mereka bertambah. Kalau demikian kehidupan mereka membaik,” tutur Subiakto.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak cukup baik, ditambah angka kemiskinan dan pengangguran nasional yang kian tinggi, Damandiri  makin mengintensifkan gerakan pengentasan kemiskinan ini.

“Karena keterbatasan sumber daya, kami tetap akan fokus mengintensifkan di 15 desa yang sudah ada ini. Kami harap desa-desa ini menjadi titik masuk bagi kami untuk beranjak ke skala yang lebih luas, yaitu kawasan desa yang setingkat kecamatan,” tukas Subiakto.

Lihat juga...