45 Hari Ternak Puyuh Bisa Menghasilkan Uang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Peternakan puyuh ternyata menjanjikan hasil maksimal dan tidak perlu menunggu waktu lama untuk panen. Hanya membutuhkan waktu 45 hari, dari sejak menetas maka bisa menghasilkan telur.

Namun demikian tentunya, asupan pakan dan lingkungan juga menjadi salah satu penunjang seperti sirkulasi udara yang cukup agar peternakan puyuh produktif. Hal lain seperti pakan memenuhi kebutuhan vitamin dan karbohidrat dibutuhkan oleh puyuh.

“Ternyata tidak semua jenis puyuh bisa diternak dan menghasilkan maksimal. Saya ternak puyuh jenis autumn, albino dan javanica. Kalau puyuh lokal susah berkembangnya,” ucap Olang, Ketua Berbahi Ilmu Ternak Puyuh (BITP) Bekasi, Kepada Cendana News, Senin (20/1/2020).

Olang Ketua BITP, ditemui Cendana News di lokasi ternak Kampung Ciketing Asem RT 04/06 Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustikasari, Kota Bekasi, Senin (20/1/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, ternak puyuh, lebih gampang dibanding ternak ayam. Karena meskipun kandang seminggu belum dibersihkan maka tidak mempengaruhi produktivitas puyuh untuk bertelur.

Menurutnya, satu puyuh setiap hari bertelur sekali. Hal tersebut karena rangsangan pakan yang diberikan. Untuk pakan sendiri sudah khusus, yang tak boleh diganti-ganti.

“Saat ini jumlah puyuh di kandang ada 500 ekor, untuk pakan 50 Kg Pur Rp315 ribu, dalam empat hari habis. Setiap hari ratusan puyuh tersebut dipastikan bertelur,” jelasnya.

Selain budidaya puyuh hingga bertelur Olang juga memiliki tempat penetasan telur. Menurutnya selain permintaan telur banyak yang meminta bibit . Untuk bibit baru menetas Olang menjual dengan harga Rp2500.

“Harga umur baru netas dan umur semiggu beda, kalau sudah umur seminggu di pasaran dijual Rp7000. Sedang harga yang siap bertelur Rp15 ribu/ekor,” ucap Olang.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa untuk harga pedaging lebih murah terutama yang jenis puyuh jantan di kalangan peternak, dianggap sebagai puyuh afkir alias tidak masuk hitungan. Harga daging puyuh jantan untuk konsumsi di bawah Rp10 ribu.

Ternak puyuh milik Olang, di Kampung Ciketing Asem RT 04/06 Kelurahan Mustika Jaya, sudah dilakoninya sejak dua tahun terakhir. Untuk pengembang biakan dia tidak menggunakan pejantan tetapi melalui mesin khusus penetasan.

Untuk harga telur puyuh saat ini mencapai Rp28 ribu/kg. Untuk usia produktif indukan puyuh jenis Antumn, Albino dan Javanica, mmiliki postur tubuh lebih besar dibanding puyuh lokal.

“Puyuh yang saya ternak, indukannya bisa sampai setahun produktif dan setiap hari bertelur. Lebih dari umur setahun, dianggap tidak produktif maka harus diganti dengan bibit baru,” pungkasnya.

Lihat juga...