49 Warga Sikka Terserang DBD Satu Orang Meninggal Dunia

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Musim penghujan yang mulai tiba menyebabkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali terjadi di kabupaten Sikka. Selama 2019, tercatat 49 kasus dan satu orang di antaranya meninggal dunia .

Kepala seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dinas Kesehatan kabupaten Sikka provinsi NTT, Avelinus S. Nong Erwin yang ditemui di kantornya, Jumat (10/1/2020). Foto : Ebed de Rosary

“Hingga hari ini, jumlah kasus DBD sudah mencapai 49 kasus. Akibat terserang DBD, seorang anak berumur 1,7 tahun di kecamatan Alok Timur meninggal dunia,” kata kepala seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dinas Kesehatan kabupaten Sikka Avelinus S.Nong Erwin, Jumat (10/1/2020).

Dikatakan Erwin, jumlah kasus DBD ini tersebar di 8 kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi terjadi di Magepanda sebanyak 16 kasus diikuti oleh Alok Barat 7, Alok dan Alok Timur masing-masing 5 kasus.

Selain itu DBD juga sebutnya, terjadi di kecamatan Magepanda 3 kasus, Waigete, Paga dan Nita masing-masing sebanyak 1 kasus dan kemungkinan kasusnya masih terus bertambah.

“Guna mencegah terjadi merebaknya kasus DBD maka kami berupaya melakukan fogging atau pengasapan di beberapa wilayah kecamatan yang ditemukan adanya penderita,” ungkapnya.

Erwin menjelaskan, fogging dilakukan di lokasi yang ada kasus penularan DBD dimana bisa dilihat dari adanya tambahan penderita demam di radius 100 hingga 200 meter di sekitar lokasi terjadinya kasus.

Selain itu tambahnya, di lokasi sekitar penderita ditemukan jentik-jentik nyamuk demam berdarah. Tidak semua lokasi dilakukan fogging sebab sebelumnya dilakukan penyelidikan epidemiologi terlebih dahulu.

“Setiap hari kami lakukan pengasapan di mana ada beberapa lokasi seperti di desa Done kecamatan Magepanda, kelurahan Kota Uneng dan Nangalimang di kecamatan Alok, kelurahan Kota Baru di Alok Timur serta Wolomarang di Alok Barat,” jelasnya

Selain itu ungkap Erwin, dinas Kesehatan bersama dengan pihak Puskesmas tetap aktif melakukan penyuluhan dengan turun memberikan penyuluhan soal penyebab demam berdarah.

Sementara itu, Anastasia Neli salah seorang warga kelurahan Kota Uneng mengakui, hampir setiap tahun wilayahnya terdapat penderita demam berdarah, dimana saat musim hujan banyak sekali nyamuk.

Neli katakan, di Kota Uneng banyak ditemukan genangan air sebab merupakan daerah rawa-rawa, terutama yang berada di dekat pantai dan hutan bakau, dimana masih banyak genangan air.

Lihat juga...