52 Rumah dan Sawah di Sikka Terendam Banjir

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Hujan disertai angin kencang yang melanda kabupaten Sikka sejak Kamis (2/1/2020) hingga Senin (6/1/2020) membuat puluhan pohon di sepanjang jalan raya tumbang serta puluhan rumah dan lahan pertanian masih terendam banjir.

Bahkan kantor desa Talibura di kecamatan Talibura, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pun di kedua sisinya tergenang air, bahkan hingga Senin (6/1/2020) sore masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

“Jumlah rumah yang terendam sebanyak 52 rumah dari RT 02 sampai RT 13 serta mengakibatkan ayam 50 ekor dan babi 2 ekor mati,” kata Yonatan Piatu, Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan desa Talibura, kecamatan Talibura, kabupaten Sikka, NTT, Senin (6/1/2020).

Yonatan Piatu Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan desa Talibura, kecamatan Talibura, kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di kantornya, Senin (6/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Yonatan, kejadian banjir berlangsung semalam Minggu (5/1/2020) sekitar pukul 19.00 WITA dan pemerintah desa menerima laporan pukul 24.00 WITA.

Banjir tersebut terjadi kata dia, akibat air yang mengalir di kali Tadanong yang hanya berjarak sekitar 20 meter sebelah timur kantor desa Talibura meluap sehingga menggenangi perumahan warga di sekitarnya.

“Banjir juga masih merendami areal persawahan seluas 2 hektare dan kami sudah melaporkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Yonatan berharap agar tidak terjadi hujan lebat kembali sehingga air yang menggenangi rumah warga bisa berangsur-angsur surut sebab apabila terjadi hujan maka kali Tadanong diprediksi akan kembali meluap.

Pemerintah desa ucapnya telah turun ke lokasi terdampak bencana dan melakukan pendataan agar bisa diteruskan kepada pemerintah kabupaten Sikka dengan tembusan ke BPBD dan Dinas Sosial Sikka.

“Kami sudah melakukan pendataan rumah warga serta dampak bencana, kerugian yang ditimbulkan agar bisa disampaikan kepada pemerintah kabupaten Sikka untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya

Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka, Yulens Siswanto menyebutkan, petugas BPBD Sikka telah turun ke segenap lokasi terdampak bencana untuk melihat dan melakukan pendataan serta pro aktif mengambil data di kantor desa.

BPBD Sikka kata Yulens akan memberikan bantuan setelah surat dari pemerintah desa dikirim ke pemerintah kabupaten dan pihaknya diminta untuk memberikan bantuan untuk penanggulangan bencana.

“Setiap mobil BPBD Sikka yang turun ke lokasi bencana juga membawa serta gergaji mesin untuk bisa dipergunakan memotong pohon yang tumbang,” pungkasnya.

Lihat juga...