Abrasi, Puluhan Rumah Warga di Sikka Terancam Roboh

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Puluhan rumah warga di desa Habi kecamatan Kangae kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di pesisir pantai terancam roboh akibat abrasi yang terus melanda pantai utara Flores ini.

Wenefrida Efodis Susilowati warga desa Habi kecamatan Kangae kabupaten Sikka provinsi NTT yang rumahnya pernah tergerus abrasi saat ditemui Rabu (22/1/2020). Foto : Ebed de Rosary

Bahkan di pantai Lokaria, dahulunya ada belasan rumah yang berada sekitar 20 meter ke laut yang pondasinya masih terlihat saat air laut sedang surut dan abrasi terus membuat daratan tergerus setiap tahun.

“Dulu di laut ini ada sekitar 20 rumah, namun sejak gempa dan tsunami tahun 1992 setiap tahun daratan terus tergerus,” kata Klemensia Hila warga desa Habi kecamatan Kangae kabupaten Sikka provinsi NTT, Rabu (22/1/2020).

Klemensia katakan, akibat abrasi banyak pohon kelapa yang berada di pesisir pantai tumbang, termasuk juga pepohonan waru dan pohon bakau yang berada di sepanjang pantai.

Menurutnya, abrasi membuat rumah warga yang berada di pesisir terancam roboh apalagi saat gelombang tinggi menerjang membuat air laut mengalir hingga berjarak sekitar 30 meter saja dari jalan nelagara trans Flores Maumere-Larantuka.

“Tidak ada cara lain selain membangun tanggul penahan gelombang, sebab di wilayah barat kota Maumere sejak dari pelabuhan Laurens Say higga ke Lokaria sudah dibangun tanggul,” tuturnya.

Wenefrida Efodia Susilowati menyebutkan,2018 dirinya terpaksa memutuskan membangun tanggul penahan gelombang sendiri agar rumahnya tidak tergerus abrasi.

Susi sapaan direktur Bank Sampah Flores ini mengakui, setiap tahun saat musim gelombang tinggi air bisa masuk ke halaman rumahya yang berjarak sekitar 10 meter dari pesisir pantai.

“Tiap tahun air laut terus naik sehingga saya terpaksa membangun tanggul penahan gelombang sendiri dengan tinggi sekitar 2 meter. 2018 lalu ombak bahkan masuk hingga halaman rumah saya dan setiap malam kami tidak bisa tidur nyenyak ,” ucapnya.

Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka Very Awales mengatakan, saat meninjau lokasi abrasi di sepanjang desa Habi kecamatan Kangae wakil bupati Sikka Romanus Woga mengatakan pemerintah akan membangun turap pengaman pantai.

Very katakan, anggaran sebesar Rp11 miliar telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mengatasi abrasi ini, agar perumahan warga di pesisir tidak tergerus abrasi.

“Bupati Sikka sedang melakukan lobi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar bisa mendapatkan dana tersebut, mengingat kabupaten Sikka merupakan kabupaten rawan bencana urutan ke-15 di Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...